Kamis 11 Aug 2016 12:03 WIB

Ibu dan Anak Tewas Dalam Posisi Berpelukan

Kebakaran, ilustrasi
Kebakaran, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, DUMAI -- Seorang ibu dan anaknya meninggal dunia dalam kebakaran bangunan di Kota Dumai, Provinsi Riau, pada Kamis (11/8) pagi pukul 07.00 WIB. Lokasi kebakaran tepanya berada di Jalan Rambutan Kecamatan Dumai Kota.

Informasi yang dihimpun di lapangan, korban tewas diketahui bernama Aisyah (35), seorang pegawai di Dinas Perhubungan Kota Dumai. Aisyah juga merupakan ibu kandung dari Amira (4), yang juga ditemukan tewas dalam kebakaran.

Keduanya diketemukan oleh petugas pemadam kebakaran dalam posisi saling berpelukan. Sementara itu, suami korban yang bernama Indra berhasil selamat dan hanya mengalami luka bakar.

"Kedua korban berada dalam kamar tengah berpelukan," kata seorang personel pemadam kebakaran kepada wartawan.

Warga sekitar menyebutkan, percikan api pertama kali terlihat dari atap plafon rumah milik korban Aisyah yang meledak kemudian api dengan cepat berkobar dan membakar empat bangunan sekitar. "Warga sudah berusaha membuka pintu warnet, tapi pintu tidak bisa dibuka karena terkunci," kata warga sekitar bernama Imam.

Akibat peristiwa ini, empat bangunan terbakar, yaitu dua unit rumah milik korban Aisyah dan Bahar (38), warung harian milik Pita Simamora (60) dan satu warung internet.

Api bisa dipadamkan sekitar pukul 08.10 Wib, dan dua korban yang diduga tidak bisa menyelamatkan diri karena kesulitan keluar dari ruangan terbakar itu langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah Dumai untuk divisum.

Upaya pemadaman dilakukan petugas BPBD Dumai dengan mengerahkan empat unit armada damkar, dibantu mobil kebakaran milik perusahaan.

Kapolres Dumai AKBP Donald H Ginting mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihaknya, dan peristiwa ini telah merenggut nyawa dua korban jiwa. "Kita masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran ini, untuk korban jiwa ada dua orang, yakni ibu dan anak," kata Kapolres.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement