Senin 18 Jul 2016 12:13 WIB

Jabar Canangkan Tolak Kekerasan

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. (Republika/Edi Yusuf)
Foto: Republika/Edi Yusuf
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. (Republika/Edi Yusuf)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, memimpin apel besar Pencanangan Jabar Tolak Kekerasan di Halaman Gedung Sate Bandung, Senin (18/7). Menurut Heryawan, melalui apel besar ini Jabar ingin mewujudkan sekolah ramah anak. Pencanangan tersebut, dipilih di sekolah karena sekolah dihuni oleh anak-anak yang terkadang justru menjadi sasaran kekerasan.

"Oleh karena itu, hal tersebut yang kami sasar untuk lakukan sosialiasi," ujar Heryawan yang akrab Aher kepada wartawan usai memimpin apel tersebut.

Dalam pencanangan tersebut Aher membubuhkan sebuah kalimat terkait kampanye 'Pencanangan Jabar Tolak Kekerasan' di atas sebuah spanduk putih bertuliskan 'Kami Menolak Segala Bentuk Kekerasan'.

Aher mengatakan, alasan sekolah menjadi sasaran utama dari Pencanangan Jabar Tolak Kekerasan karena ada 9,6 juta anak berstatus siswa sekolah menengah atas dan sederajat. Sekolah, terkadang menjadi tempat terjadinya kekerasan terhadap anak-anak. Padahal seharusnya, sekolah menjadi tempat ramah anak dan perlindungan bagi anak-anak.

"Kalau harus datang ke setiap rumah untuk melakukan sosialiasi Pencanangan Jabar Tolak Kekerasan lebih sulit," katanya.

Aher pun, menyampaikan apresiasi kepada Jajaran Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat atas karya pemikiran yang dituangkan dalam buku saku "Selamatkan Anak Kita, (Jabar Tolak Kekerasan)".

Aher berharap, kehadiran buku ini menjadi sumber informasi dalam menambah wawasan, pengetahuan dan kepedulian segenap komponen masyarakat dalam upaya perlindungan terhadap anak.

Menurut Asisten Kesejahteraan Setda Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, pencanangan Jabar Tolak Kekerasan juga bertepatan dengan momentum hari pertama sekolah tidak boleh ada mos (masa orientasi siswa baru) dan kekerasan terhadap anak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement