Jumat 15 Jul 2016 12:28 WIB

Hama Belalang Serbu 5 Kecamatan di NTT

Red: Nur Aini
Belalang
Belalang

REPUBLIKA.CO.ID,KUPANG -- Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora menyatakan, hama belalang yang menyerang pertanian Kabupaten Sumba Timur berstatus kejadian luar biasa (KLB).

"Kita sudah tetapkan serangan hama belalang sebagai kejadian luar biasa karena intesitasnya semakin banyak," katanya, Jumat (15/7).

Hama belalang menyerang lahan lahan pertanian di lima Kecamatan Rindi, Pandawai, Kahaungueti, Pahunga Lodu, dan Hahardi Sumba Timur yang dihuni lebih dari 35 ribu masyarakat Sumba Timur dan menyebar ke kecamatan lain. "Sekarang serangan hama belalang sudah sampai ke Kecamatan Kambata Mapabuhang sehingga jumlah semakin bertambah," katanya.

Hama belalang semakin meresahkan ribuan masyarakat petani karena berbagai tanaman padi, jagung, kacang-kacangan, pisang hingga pohon kelapa yang menjadi sumber penghasilan pertanian menjadi rusak.

"Beruntung beberapa lahan pertanian lolos karena sudah mengalami musim panen sebelum diserang hama belalang," katanya.

Serangan hama belalang sudah berlangsung sekitar satu bulan dan menjangkau lebih dari 30 are lahan pertanian. Serangan lebih banyak terjadi di lokasi padang rumput dan sebagian sudah menyerang tanaman warga. Menurut dia, upaya penanganan khususnya belalang terbang lebih sulit dilakukan karena bisa berpindah-pindah tempat sehingga pemberantasannya lebih efektif dilakukan pada malam hari.

"Kalau untuk hama belalang yang masih melompat lebih mudah diberantas dengan penyemprotan obat pembasmi dan bisa dilakukan siang hari," katanya.

Bupati Gidion mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Nusa Tenggara Timur dan telah ada petugas dari dinas terkait yang turun ke lapangan untuk membasmi hama belalang. "Kita juga melibatkan peran serta TNI dan masyarakat untuk membantu penyemprotan obat pembasmi hama," katanya.

Ia berharap, serangan hama belalang yang semakin meresahkan masyarakat petani di daerahnya menjadi perhatian serius dari Pemerintah Nusa Tenggara Timur. "Kita membutuhkan lebih banyak tenaga dan bantuan alat dan obat pembasmi karena penyebaran hama belalang semakin luas," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement