Senin 11 Jul 2016 15:16 WIB

Dubes AS: Indonesia Negara yang Unik

Rep: Gita Amanda/ Red: Angga Indrawan
Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake Jr. berbicara saat mengunjungi Kantor Redaksi Republika di Jakarta, Kamis (11/2).
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake Jr. berbicara saat mengunjungi Kantor Redaksi Republika di Jakarta, Kamis (11/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake menyampaikan pendapatnya soal Indonesia di akhir masa jabatannya. Blake mengatakan Indonesia merupakan negara yang unik dan besar sehingga perlu banyak cara untuk melakukan pendekatan.

"Indonesia dalam banyak hal merupakan tempat yang sangat unik dan negara yang sangat terbuka. Banyak kesempatan yang berbeda-beda. Sebuah tantangan yang besar untuk merangkul 250 juta warga dengan banyak kepulauan," ujar Blake kepada wartawan di Kedutaan Besar AS di Jakarta, Senin (11/7).

Blake pun mengaku menggunakan banyak cara untuk dapat mendekatkan diri dengan warga Indonesia. Tak heran duta besar yang sudah memutuskan untuk pensiun itu melakukan berbagai cara yang tak kalah unik.

"Kami mencoba semua cara yang memungkinkan. Seperti ikut sinetron. Ini bagus untuk Amerika tampak ramah. Ini hal penting untuk jadi diplomat," katanya.

Robert memang pernah muncul di beberapa sinetron sebagai cameo. Ia mengaku hal itu dilakukannya sebagai bagian dari pekerjaannya.

Malah munculnya Robert di beberapa sinetron ternyata berbekas di ingatan warga Indonesia. Ia mengisahkan, suatu hari pernah mendaki Gunung Semeru bersama temannya. Saat di puncak ada seorang warga lokal yang mengenalinya. Tapi bukan sebagai duta besar melainkan pemain sinetron.

"Saya sama teman Indonesia saya naik Gunung Semeru. Pagi-pagi sekali ada orang tiba-tiba sapa saya di puncak. Dia lihat saya dan langsung bilang " apa kamu yang ada di sinetron?" Ujar Blake tertawa mengingat kejadian itu.

Blake pun mengaku akan merindukan banyak hal dari Indonesia, terlebih teman-teman Indonesianya. Namun ia mengaku beruntung sebab di era komunikasi yang serba canggih, jarak bukan lagi kendala berkomunikasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement