Sabtu 09 Jul 2016 22:30 WIB

Arus Balik ke Banda Aceh Meningkat

Ratusan sepeda motor pemudik disusun rapi di lambung KRI Banda Aceh, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (13/7).  (Republika/Wihdan)
Ratusan sepeda motor pemudik disusun rapi di lambung KRI Banda Aceh, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (13/7). (Republika/Wihdan)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA  -- Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi, dan Telematika Aceh mengatakan arus balik Lebaran 2016 ke Banda Aceh berlangsung pada Sabtu (9/7) dan Ahad (10/7). "Peningkatan arus balik sudah terjadi pada Sabtu malam," kata Ketua Pelaksana Angkutan Lebaran 2016, Nizarli di Banda Aceh, Sabtu (9/7).

Ia memperkirakan jumlah penumpang yang telah kembali ke Banda Aceh sekitar 70 persen dari prediksi jumlah penumpang yang melakukan perjalanan dengan moda angkutan darat, laut, dan udara mencapai 140 ribu sampai 160 ribu penumpang.

"Peningkatan penumpang yang balik telah terjadi...dan untuk tahun ini juga banyak masyarakat yang menggunakan mobil pribadi untuk mudik ke kampung halaman," katanya.

Ia menambahkan perkiraan arus balik dari Sabang menuju pelabuhan Ulhe Lheu Banda Aceh juga akan meningkat drastis mengingat meningkatnya jumlah penumpang yang berwisata ke Sabang.

"Kita perkirakan penumpang yang balik ke Banda Aceh akan banyak sebab banyak dari penumpang yang datang ke Sabang sejak awal lebaran itu merupakan warga dari provinsi tetangga yang datang untuk berwisata," kata Nizarli yang juga Kasi pengawasan keselamatan dan pembinaan sarana pada Dishubkomintel Aceh.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi dan Telematika (Dishubkomintel) Provinsi Aceh menyatakan telah menyiapkan sebanyak 73.773 seat dalam menghadapi arus mudik lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah di daerah tersebut.

Seat yang disiapkan tersebut merupakan dari 4.101 armada angkutan darat yang akan beroperasi melayani penumpang pada mudik lebaran tahun 2016. Empat ribuan armada yang akan melayani penumpang tersebut terdiri dari 602 angkutan kota antar provinsi (AKAP) dan 3.231 angkutan kota dalam provinsi (AKDP).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement