Rabu 15 Jun 2016 14:35 WIB

Angin Kencang Rusak Belasan Rumah di Ciampea

Angin kencang. Ilustrasi
Angin kencang. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Terjangan angin kencang merusak belasan rumah warga di Kampung Pabuaran, Desa Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa sore (14/6).

Menurut Nawawi, Ketua RW 3 Kampung Pabuaran di Bogor, Rabu, angin kencang menerjang wilayah tersebut pada hari Selasa (14/6) saat waktu berbuka puasa dimulai. "Kejadiannya kemarin, pas lagi buka puasa, anginnya mutar-mutar, mengelilingi perkampungan," kata Nawawi.

Akibat tiupan angin tersebut, belasan rumah warga di RW 3 rusak ringan terutama pada bagian atapnya yang terbang disapu angin. "Untungnya tidak ada korban jiwa, hanya atap rumah warga yang berterbangan," katanya.

Menurut Nawawi, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada aparat wilayah desa. Bahkan Kepala Desa Ciampea langsung turun ke lokasi mendata warga yang mengalami kerusakan pascakejadian.

"Kepala desa sudah turun langsung mendata warga yang rumahnya rusak, rata-rata mengalami rusak ringan atapnya pada terbang," katanya.

Puting beliung terjadi bersamaan hujan lebat disertai petir yang melanda wilayah Bogor, termasuk Ciampea, Selasa (14/6) malam. Selain menyebabkan atap genteng rumah warga berterbatangan, juga menumbangkan sejumlah pohon berukuran sedang seperti pohon belimbing, dan juga pohon pisang.

Kencangnya angin terlihat dari material pohon yang bertebaran di sejumlah ruas jalan di Desa Ciampea, kebun singkong milik warga juga acak-adakan setelah diterjang angin.

"Baru kali ini ada angin kencang di Ciampea, selama ini belum pernah terjadi. Kebon singkong saya aja sampai berantakan jadinya," kata Naran, warga Desa Ciampea.

Angin kencang ini juga yang menyebabkan listrik di Desa Ciampea padam selama hampir tiga jam lebih.

Pemadaman tersebut membuat ibadah Taraweh berlangsung tanpa penerangan dan pengeras suara.

Pascakejadian, pagi harinya warga di Kampung Pabuaran mulai memperbaiki sendiri atap-atap rumahnya yang rusak, pecah dan bolong karena tertiup angin. Warga kerja secara swadaya, supaya ketika hujan kembali turun mereka tidak lagi kebasahan.

sumber : Antara

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement