Senin 06 Jun 2016 18:36 WIB

Ramadhan, Pedagang Pasar Besar Malang Kembali Berjualan

Petugas Pemadam Kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar kios di Pasar Besar Malang, Jawa Timur, Kamis (26/5).
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Petugas Pemadam Kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar kios di Pasar Besar Malang, Jawa Timur, Kamis (26/5).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Memasuki bulan Ramadhan, ratusan pedagang di Pasar Besar Malang mulai berjualan pascakebakaran hebat pada Kamis (26/5) lalu. Kebakaran itu menghanguskan 663 kios dan membuat kegiatan jual beli di pasar terhenti lebih dari sepekan.

Sejak Ahad (5/6) mereka mulai membuka kios-kiosnya meski dengan penerangan seadanya. Kebutuhan listrik para pedagang sementara dipenuhi lewat genset karena aliran listrik PLN masih terputus. Suasana remang-remang dan bau bangkai yang menyeruak di dalam pasar tak mengurangi semangat mereka untuk membuka kiosnya.

Apalagi menjelang Lebaran, kebutuhan masyarakat akan sandang dan pangan dipastikan melonjak. Para pedagang tentu saja tidak mau ketinggalan momen tahunan ini untuk meraup keuntungan. Namun, tidak semua pedagang bisa membuka kiosnya.

Tanto, pemilik kios jamu seduh adalah salah satu pedagang yang nasibnya kurang beruntung. Kiosnya yang terletak di tengah pasar habis dilalap si jago merah. "Kerugian mencapai puluhan juta rupiah dan sementara belum bisa jualan lagi," ungkapnya.

Pada Senin (6/6) Wali Kota Malang M Anton bersama kepala dinas pasar, kepala PDAM, kepala dinas kesehatan, dan kepala dinas perhubungan meninjau Pasar Besar Malang. Usai melihat aktivitas para pedagang dan mengecek kondisi pasar, Anton berjanji akan mengusahakan perbaikan secepatnya sembari membangun relokasi sementara.

"Belum bisa dipastikan kapan infrastruktur dapat kembali normal, tetapi kami berupaya mengebut pengerjaan relokasi," kata Anton. Ia menyadari listrik dan air adalah kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.

Oleh karena itu, PLN didatangkan untuk segera menata kembali instalasi listrik Pasar Besar. Kepala Pasar Besar Wahyu Setianto menjelaskan renovasi akan dimulai segera setelah hasil uji laboratorium forensik keluar.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement