Ahad 13 Mar 2016 17:38 WIB

Sempat Sentuh Rp 100 Ribu/Kg, Harga Cabai di Bekasi Perlahan Menurun

Rep: C38/ Red: Maman Sudiaman
Cabai
Foto: dok republika
Cabai

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Harga cabai di sejumlah pasar di Bekasi kian pedas saja. Setelah sempat menyentuh harga Rp 100 ribu per kilogram pada Jumat (13/3) kemarin, harga cabai di Pasar Baru Bekasi perlahan mengalami penurunan. Naik-turunnya harga ini disinyalir lantaran kondisi cuaca yang tidak menentu pada musim penghujan. 

Kepala Pasar Baru Bekasi, Nadih, mengabarkan pada Jumat (11/3) kemarin, harga cabai di Pasar Baru Bekasi mencapai Rp 100 ribu per kilo. Selanjutnya, menurut pantauan Republika pada Sabtu (12/3) dan Ahad (13/3), harga cabai perlahan menurun. 

"Harga cabai sekarang turun. Cabai merah sekarang Rp 60 ribu dari harga Rp 75 ribu," kata salah satu pedagang cabai, bawang, dan bumbu dapur di Pasar Baru Bekasi, Bangun (43 tahun), kepada Republika.co.id, Ahad (13/3).

Bangun menambahkan, harga cabai rawit setan juga turun dari Rp 100 ribu menjadi Rp 70 ribu. Ia membenarkan, harga cabai rawit jenis satu ini memang sempat menyentuh harga Rp 100 ribu pada Jumat (11/3) kemarin. 

Menurut Bangun, harga cabai rawit hijau juga turun dari Rp 40 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogramnya. Harga cabai TW merah turun dari Rp 80 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram. Harga cabai TW hijau stabil di kisaran 18 ribu, demikian pula dengan harga cabai keriting hijau.

Pedagang yang berjualan bersama sang istri ini biasa membeli cabai dari Pasar Cibitung, Kabupaten Bekasi. Menurut dia, harga menjadi turun lantaran pasokan mulai berlimpah kembali.

Data yang dikumpulkan menunjukkan, harga cabai di Pasar Baru Bekasi relatif naik turun dalam sepekan terakhir. Pada awal pekan, Senin (7/3), harga cabai merah naik dari Rp 60 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram. Demikian pula dengan harga cabai merah keriting dan cabai hijau. Puncaknya, Jumat (11/3) harga cabai mencapai Rp 100 ribu, kemudian mulai turun pada hari berikutnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement