Ahad 28 Feb 2016 15:14 WIB

'Tak Ada Anggota Polisi Terlibat Narkoba di Perumahan Kostrad'

narkoba
Foto: abc news
narkoba

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Eko Daniyanto mengatakan tidak ada satu pun anggota polisi yang terjaring saat operasi narkoba di Perumahan Kostrad pada 21 Februari lalu. Ia mengaku sudah melakukan pengecekan dan hasilnya nihil.

"Sampai sekarang belum ada penyerahan dari mereka, (terkait) orang-orang itu," ujar Eko sata dikonfirmasi Republika di Jakarta, Ahad (28/2).

Eko mengatakan sempat kaget mendengar ada anggota polisi terjaring operasi narkoba TNI AD. Sehingga Eko langsung menghubungi para kapolres untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

"Langsung saya perintahkan kapolres dengan kasat reserse 'cek nih anak buah kamu ada tidak, saya dapat sms kayak gini'," ujar Eko mencontohkan intruksinya.

Dari hasil pengecekan kata Eko, nama salah satu anggota polisi bahkan tidak ditemukan.

"Waduh yang Agus Beler (AB) ini enggak ada. Adanya AW dan sudah saya tes urine. Hasilnya negatif," ujar Eko

Begitu pun dengan anggota polisi yang lain, Eko menanyakan satu persatu pada pimpinan mereka. Selain meminta untuk melakukan tes urine, Eko juga menayakan posisi masing-masing anggota saat hari kejadian operasi yang dilakukan kostrad.

Misalnya kata dia, dugaan anggota polisi berinisial W dari Polres Metro Jakarta Selatan yang ikut terlibat. Namun ia mendapatkan konfirmasi W sedag bertugas di Bank DKI Jakarta saat operasi narkoba itu berlangsung.

"Saya cek lagi kapolres, ternyata dia lagi hari Senin berjaga di Bank DKI. Gila ini siapa yang ngirim sms ini. Hasil tes urine juga negatif," ujar Eko.

Saat ditanyakan adakah tindak lanjut munculnya nama-nama anggota polri tersebut, Eko mengaku tidak mau ikut campur. Menurut dia itu kegiatan internal kostrad.

"Pusing mikirin itu yang enggak jalas, mending layani masyarakat yang ngasih informasi A1, aku lebih fokus ke situ," katanya.

Sebelumnya, operasi narkoba dilakukan di perumahan Kostrad Jalan Darma Putra 3, Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Senin (21/2). Dari operasi tersebut diduga ada lima nama anggota polisi terjaring dan terlibat narkoba.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement