Selasa 16 Feb 2016 16:36 WIB

Daya Saing Tinggi, SDM Pariwisata Indonesia Banyak Terserap Asing

Sejumlah wisatawan mengamati
Foto: Antara
Sejumlah wisatawan mengamati "sunset" atau matahari terbenam di Bukit Pantai Parangndog, Bantul, Yogayakarta, Selasa (6/1). Bukit yang berada di Pantai Parangndog itu merupakan salah satu destinasi wisata yang menyajikan keindahan pantai selatan Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Lulusan sekolah pariwisata di Indonesia banyak terserap sebagai tenaga kerja di mancanegara. Hal ini menunjukkan tenaga kerja pariwisata Indonesia memiliki daya saing tinggi, terutama dalam menghadapi ajang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Tenaga kerja pariwisata Indonesia harus paling siap dan memang paling siap karena banyaknya destinasi wisata baru Indonesia," ujar Wisnu Bawa Taruna, Asisten Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Pariwisata RI Wisnu Bawa Taruna pada soft launching Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi, Akademi, dan Politeknik Pariwisata (SBM-STAPP) 2016 di Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Selasa.

Menurut dia, setiap tahun kebutuhan tenaga di bidang pariwisata terus meningkat, dan cukup banyak diserap oleh perhotelan dan restoran yang terus dibangun hampir di seluruh daerah di Indonesia.

Kementerian Pariwisata mencatat pada tahun 2015 jumlah tenaga kerja langsung pariwisata mencapai empat juta orang dan sebanyak sembilan juta lainnya merupakan tenaga kerja tidak langsung.

"Gencarnya pemerintah meningkatkan target kunjungan wisata dan juga pembangunan pariwisata di setiap daerah, jelas menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi," katanya.

Melalui lembaga pendidikan pariwisata, salah satunya Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) dapat menjadikan daya saing tenaga kerja pariwisata Indonesia cukup tinggi dan siap terjun ke dunia profesi pilihan mereka.

"Saat ini tengah digenjot tenaga kerja di bidang pemandu wisata atau guide, jumlahnya terus ditingkatkan. Selain menguasai bahasa asing juga mereka disiapkan mengenal betul destinasi wisata di tanah air," kata Wisnu.

Pelatihan pemandu wisata menjadi salah satu fokus Kementerian Pariwisata. Pada 2015 pihaknya telah mencetak sebanyak 400 guide, dan pada awal tahun 2016 ini telah ada sebanyak 150 guide baru yang mendapat pelatihan serupa.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement