Jumat 22 Jan 2016 19:14 WIB

12 Juta Hektare Lahan Hutan Indonesia Berpotensi Terbakar

Rep: c36/ Red: Dwi Murdaningsih
Kebakaran hutan
Foto: Henky Mohari/Antara
Kebakaran hutan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) memperkirakan lebih dari 12 juta hektare lahan hutan Indonesia berpotensi menjadi objek kebakaran hutan. Wilayah Sumatera, Kalimantan dan Papua masih menjadi titik utama potensi kebakaran hutan.

Manajer Kampanye Hutan dan Perkebunan Skala Besar WALHI, Zenzi Suhadi, mengatakan setidaknya ada 12, 125 juta hektare lahan hutan yang akan dialihfungsikan sebagai lahan konsesi sejumlah perusahaan. "Indikasi potensi kebakaran hutan itu dilihat dari izin pelepasan hutan menjadi lahan konsesi. Hingga awal 2016 ini, proses perizinan terhadap lebih dari 12 juta hektare lahan terus berlangsung," ungkap Zenzi kepada Republika.co.id di Jakarta, Jumat (22/1).

Berdasarkan studi WALHI, alih status hutan menjadi lahan konsesi berpotensi besar menyebabkan kebakaran hutan. Sebab, status konsesi diberikan kepada lahan yang telah kritis.

"Faktanya, ada kebakaran dulu baru lahan konsesi dibuka atau sebaliknya. Kedua pola sama-sama mengurangi potensi hutan sehingga ganti rugi yang mesti ditanggung perusahaan lebih kecil," jelas Zenzi.

Hingga 2014, WALHI mencatat sebanyak 7,8 juta hektare lahan hutan yang telah dilepaskan statusnya menjadi lahan konsesi. Mayoritas lahan hutan yang dilepaskan, yakni seluas 1,6 juta hektare berada di wilayah Provinsi Riau.

Senzi melanjutkan, ke depannya wilayah hutan di Sumatera dan Kalimantan masih menjadi target utama lahan konsesi. Tren peralihan hutan menjadi lahan konsesi pun diperkirakan terus meluas hingga Papua. Hal ini terindikasi dari terus bergulirnya proses izin konsesi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement