Ahad 03 Jan 2016 22:52 WIB

ICMI Lebak Dukung Museum Multatuli

ICMI
ICMI

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Lebak mendukung pembangunan gedung museum Multatuli guna pelestarian sejarah. "Kami sangat mendukung sejarah Multatuli yang menggemparkan dunia itu," kata Ketua Dewan Pakar ICMI Kabupaten Lebak Akhmad Kusaeni di Lebak, Ahad (3/1).

Pembangunan gedung museum itu untuk mengenang pelestarian sejarah yang terjadi pada masa penjajahan Belanda. Dimana, pada zaman itu terdapat warga Belanda bernama "Max Havelaar" seorang Asisten Residen Lebak 1850 yang mengangkat nasib buruk rakyat Lebak.

Kala itu penindasan terjadi terhadap putra daerah di Kabupaten Lebak yang diperas oleh para mandor, para demang, dan para bupati. Karena itu, sejarah ini harus dikenang oleh anak-anak cucu karena tempo dulu masyarakat Kabupaten Lebak mengalami kepedihan oleh kaum penjajah.

Mereka keluarga para kuli tinggal di desa-desa sekitar perkebunan secara melarat dan ditindas dengan diperlakukan kurang adil oleh para petugas pemerintah setempat. Karena itu, novel Max Havelaar karya pena Multatuli merupakan bagian sejarah dunia.

Bahkan, sejarah Multatuli itu sudah dikenal hingga Benua Eropa dan Amerika Serikat. "Kami berharap gedung Multatuli ini bisa dikenang oleh masyarakat Lebak juga dijadikan pelajaran sejarah kepada anak-anak cucu," katanya.

Menurut dia, gedung museum Max Havelaar itu dipastikan akan berdampak positif bagi pemerintah daerah, terlebih Kabupaten Lebak mengejar ketertinggalanya dan bisa sejajar dengan daerah lainya di Provinsi Banten.

Kehadiran gedung museum Multatuli tersebut akan menjadikan khasanah wisata sejarah dan bisa mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara. Apalagi, Kabupaten Lebak memiliki objek wisata adat masyarakat Baduy.

Keberadaan gedung sejarah Multatuli itu juga akan menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi wisata sejarah itu. Selain itu juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat dengan menjajagan dagangan khas daerah.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement