REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan jika ia kembali maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jakarta 2017 mendatang, maka ia ingin calon wakil gubernurnya berasal dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS).
"Kalau bisa (Cawagub) PNS. yang bagus supaya menghapus stigma pejabat kan biasanya malas, korup dan bodoh, PNS juga begtu, politisi juga begitu. Nah kita buktikan kita kerja rajin kok, pagi masuk sampai malam, enggak korupsi dan enggak terima suap," katanya, Senin (28/12).
Ia berharap dapat menemukan sosok PNS tersebut sehingga bisa membuktikan kepada masyarakat kalau masih ada PNS yang jujur dan rajin bekerja. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda kandidat Cawagub Ahok yang berasal dari PNS.
"Terus kalau ada PNS yang ikut maju, itu dia bisa buktikan dia bersih tidak korupsi, yang penting itu saja. Saya butuh PNS yang bisa buktikan tidak terima suap dan tidak korupsi," tegasnya.
Sementara itu, ketika ditanyai perihal apakah ia mau kembali dipasangkan dengan Wagubnya saat ini, Ahok engga berkomentar banyak. "Tergantung teman Ahok nanti," ucapnya.
Seperti diketahui, sampai saat ini Ahok sudah memenuhi syarat melaju sebagai calon Gubernur Jakarta pada pilkada 2017 lewat jalur independen usai memperoleh lebih dari 500 ribu KTP warga Jakarta.
Ke-500 ribu ktp tersebut sebagai bukti dukungan warga kepada mantan Gubernur Bangka Belitung tersebut. Namun Ahok menegaskan masih menunggu perolehan target satu juta KTP. Sebab menurutnya ke-500 ribuan KTP yang sudah ia peroleh bisa saja ada yang tidak lolos verifikasi.
"Persiapan saya tunggu KTP sejuta saja. Ya sekarang sudah ada lebih dari 500 ribuan, kalau di verifikasi lagi bisa saja ada yang tidak lolos. Saya mah kerja saja fokus. Kalau KTP sejuta itu teman Ahok yang kerja," jelasnya.