Jumat 20 Nov 2015 13:54 WIB

KSAU: 2016 Beli Satu Skuadron Sukhoi 35

KSAU Marsekal Agus Supriatna.
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
KSAU Marsekal Agus Supriatna.

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGANYAR -- Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna mengatakan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU pembelian akan dimulai pada 2016 hingga 2019, untuk peningkatan pengamanan wilayah Indonesia.

"Pembelian alat-alat sistem persenjataan TNI AU yang lebih modern dibanding sekarang dimulai tahun depan hingga 2019," katanya usai ikuti upacara pelantikan lulusan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) 2015 di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Sumarmo Karanganyar, Jumat (20/11).

Menurut Agus, soal modernisasi alutsista pada periode 2016 hingga 2019 mendapatkan anggaran dari Pemerintah untuk membeli satu kuadron pesawat tempur untuk menggantikan F-5 dengan pesawat yang lebih modern, yakni jenis F-16 dari Amerika Serikat atau Sukhoi Su-35 (Rusia).

"Kami akan membeli pesawat tempur yang generasinya lebih modern di atas sekarang yang dimiliki TNI AU. Pesawat jenis F 16 juga yang lebih canggih dari sebelumnya atau jenis Sukhoi tipe 35," ujar Agus.

Selain itu, TNI AU juga akan membeli helikopter angkut, pesawat angkutan berat seperti Hercules, dan pesawat terbang multi fungsi antara lain dapat digunakan untuk SAR serta Pemadam Kebakaran yang dapat membawa air hingga 15 ton.

Menurut dia, pesawat untuk pemadam kebakaran seperti jenis Beriev BE-200 yang mampu membawa muatan hingga 15 ton. "Kami juga akan menambah pemasangan alat radar untuk menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI). Kita pada 2016-2019 banyak peralatan yang akan dibeli dan kondisi baru dan lengkap," tutur mantan kepala staf umum (Kasum) TNI tersebut.

Menyinggung soal helikopter untuk VVIP, Kasau mengatakan rencana sesuai anggaran akan membeli tiga unit helikopter atau pesawat "Force One" untuk Kepresidenan atau tamu VVIP. "Helikopter VVIP atau pesawat Force One harus baik, aman dan nyaman. Karena, Bapak Presiden dan Wakil Presiden merupakan lambang Negara Indonesia."

Menurut Agus, pihaknya sudah melakukan pengecekan soal pesawat untuk VVIP tersebut, yakni jenisnya Helikopter 'Agusta Westland' buatan antara Italia atau Inggris.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement