Sabtu 14 Nov 2015 15:48 WIB

Daerah Diharap Maksimalkan Peta Wilayah Rawan Longsor

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Yudha Manggala P Putra
Longsor
Longsor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Edi Prasodjo meminta daerah baik itu Pemerintah Daerah maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memaksimalkan peta wilayah rawan longsor di daerah. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan bencana longsor yang dapat memakan korban jiwa.

Edi mengatakan memasuki musim hujan, sejumlah daerah yang telah masuk dalam peta rawan longsor harus betul-betul memperhatikan kondisi pergerakan tanah di daerahnya.

"Kita kan sudah punya peta, peta gerakan tanah, juga sudah dipetakan titik rawannya daerah mana, biasanya rutin kita sampaikan pihak terkait ini," ujar Edi saat dihubungi Republika, Sabtu (14/11).

Ia mengatakan dalam peta tersebut ada kategori wilayah tinggi ditandai dengan warna merah, sedang dengan warna kuning, rendah dengan hujan, dan biru yakni sangat rendah. Wilayah yang termasuk tinggi pergerakan tanahnya menjadi daerah yang patut diwaspadai.

Beberapa daerah yang dikategorikan tanah tinggi yakni wilayah Selatan dan Tengah Pulau Jawa dan bagian Sumatera Barat.

"Daerah-daerah ini harus sadar betul akan potensi pergerakan tanah di daerahnya, apalagi saat hujan mengguyur," ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement