Senin 02 Nov 2015 21:40 WIB

Puluhan Karyawan Pabrik Cikarang Keracunan Asap Pestisida

Rep: C37/ Red: Ani Nursalikah
Racun/ilustrasi
Foto: youtube.com
Racun/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Sebanyak 51 karyawan PT Dalzon Chemicals Indonesia di Kampung Bangkongreang RT 01/03, Desa Wabgubharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi keracunan bahan kimia di perusahaan yang memproduksi pestisida pada Senin (2/11) pagi.

Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Awal Chairudin mengungkapkan puluhan karyawan itu keracunan asap dari mesin yang telah rusak di perusahan yang memproduksi pestisida, insektisida, herbisida, fungisida, furmolator, dan agro kimia.

Kejadian itu bermula ketika beberapa pekerja hendak menguji mesin pembuang asap hasil produksi. Namun, bukannya terbuang asap itu malah berputar-putar di ruangan sehingga menyebabkan para karyawanan keracunan.

"Akibat keracunan ini, pekerja ada yang mual dan muntah-muntah. Tidak ada korban tewas dalam insiden ini," ujar Awal pada Senin (2/11) malam.

Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Medirossa Cikarang dan RS Mitra Keluarga Cikarang. Lebih lanjut Awal menuturkan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri guna mengetahui penyebab lebih detil.

"Besok pagi tim labfor Mabes Polri akan cek ke lokasi untuk mengolah TKP," katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban yang dirawat di RS Medirossa mencapai 27 orang, sementara di RS Mitra Keluarga Cikarang sebanyak 24 orang.

Asap tersebut rupanya tidak hanya memberi efek buruk bagi para karyawan saja, namun warga sekitar di dekat pabrik juga merasakannya. Seperti yang diungkapkan oleh Desiana (18 tahun) warga sekitar.

Desiana mengaku, mendadak merasa pusing dan mual saat mencium aroma kimiawi yang menyeruak dari dalam pabrik. Awalnya dia tak mempermasalahkan, namun belakangan kepalanya menjadi pusing dan perutnya mual.

"Saya nggak tahu kenapa bisa begini, karena nggak sengaja lewat tahu-tahu mual dan pusing," kata Desiana yang dirawat di Ruang Kelas III RS Medirossa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement