Ahad 01 Nov 2015 11:36 WIB

Kemarau Panjang, Sumber Air Baku Jakarta Menurun

Rep: c26/ Red: Ani Nursalikah
Seorang pelajar berlari melintasi pipa air milik PAM Jaya di atas Kali Krukut, Bendungan Hilir, Jakarta.
Foto: Antara/Fanny Octavianus
Seorang pelajar berlari melintasi pipa air milik PAM Jaya di atas Kali Krukut, Bendungan Hilir, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan Daerah (PD) Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya menyebutkan  musim kemarau masih akan berlanjut sampai akhir tahun. Tentu ini menjadi ancaman besar bagi warga Jakarta terkait ketersediaan air bersih.

Dampaknya pun sudah sangat dirasakan oleh sebagian warga DKI Jakarta. Sumur-sumur warga banyak yang kekeringan dan sumber-sumber air baku PAM Jaya pun semakin hari semakin menurun kuantitas dan kualitasnya.

PAM Jaya mengungkapkan pasokan air baku yang ada di Jakarta masih belum memungkinkan diolah menjadi sumber air baku utama. Hanya beberapa sungai yang bisa diproses menjadi air bersih.

Direktur Utama PAM Jaya Erlan Hidayat menyebutkan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Taman kota yang menggunakan Cengkareng Drain sebagai sumber air baku hanya bisa beroperasi 50-70 persen dari kapasitas normal. Hal ini terjadi karena air bakunya mengalami instrusi air laut.

"IPA Taman Kota harus beberapa kali dinonaktifkan. Air yang dihasilkan hanya 50-70 persen dari kapasitas normal karena air bakunya mengakami instrusi air laut," kata Erlan dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (1/10).

Selain itu IPA Cilandak juga hanya mampu menghasilkan 50 persen air dari total kapasitas produksi. Sebab kualitas air baku di Kali Krukut semakin menurun di musim kemarau ini.

Erlan mengimbau masyarakat tetap berhemat air. Terutama warga DKI Jakarta. Meskipun Jakarta tetap mendapatkan pasokan air dari luar wilayah, eperti Tangerang dan Waduk Jatiluhur.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement