Kamis 29 Oct 2015 19:07 WIB

Mahasiswa Jatuh Dari Bandros, Polrestabes: Tidak Ada Kelalaian

Rep: c01/ Red: Friska Yolanda
Bandung Tour on Bus (Bandros) terparkir di Polrestabes Bandung, Kamis (29/10). Seorang penumpang jatuh dari lantai dua Bandros akibat tersangkut kabel di kawasan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu (28/10), dan menderita luka di bagian punggung dan kepala.
Foto: Septianjar Muharam
Bandung Tour on Bus (Bandros) terparkir di Polrestabes Bandung, Kamis (29/10). Seorang penumpang jatuh dari lantai dua Bandros akibat tersangkut kabel di kawasan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu (28/10), dan menderita luka di bagian punggung dan kepala.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung telah melakukan pemeriksaan atas sopir Bandung Tour on Bus (Bandros) bernopol D 8812 EDO, Dede Sarifudin. Hasilnya, tidak ada kelalaian dari sopir Bandros.

Dede diperiksa lantaran seorang mahasiswa Universitas Parahyangan (Unpar) terjatuh dari bagian atas Bandros yang dikemudikannya pada Rabu (28/10). Kapolrestabes Bandung Angesta Romano Yoyol mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada unsur kelalaian dari sopir Bandros. Bandros hanya dapat beroperasi dengan kecepatan rendah, maksimal 20 km per jam.

"Sementara, kami tidak menemukan adanya kelalaian dari sopir Bandros, " ungkap Yoyol saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Kamis (29/10). 

Selain itu, Dede juga sudah mengingatkan para penumpang yang berada di bagian atas Bandros untuk berhati-hati. Pasalnya, di beberapa titik yang dilewati Bandros memang membentang kabel listrik. Salah satu lokasinya berada di kawasan Wastukencana di mana kecelakaan terjadi.

Saat sopir mengingatkan penumpang untuk berhati-hati, banyak penumpang yang masih asyik berfoto. Padahal, penumpang Bandros di lantai dua sebenarnya tidak diperkenankan berdiri kecuali bus berhenti terlebih dahulu, demi keamanan. 

Sekretaris RS Borromeus Kornelius Rukmana membenarkan ada seorang pasien yang dilarikan ke IGD RS Borromeus pada Rabu (28/10) siang akibat terjatuh dari Bandros. Saat ini, pasien sudah dipindahkan ke ruang rawat dan ditangani tiga orang dokter. Ketiga dokter tersebut terdiri dari dokter umum dan dokter spesialis.

Kornelius tidak dapat memberikan informasi terkait kondisi pasien karena hal tersebut menyangkut privasi pasien yang bersangkutan. Akan tetapi, Kornelis memastikan pihaknya akan terus fokus pada pelayanan kesehatan bagi pasien.

"Kami sedang lakukan perawatan dan observasi," ungkap Kornelius saat ditemui di RS Borromeus.

Diketahui, Andy Setiawan Haryanto terjatuh karena tersangkut kabel listrik di kawasan Wastukencana ketika sedang berdiri menghadap ke arah yang berlawanan dari laju Bandros. Andy menderita luka di bagian punggung dan kepala.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement