Jumat 16 Oct 2015 19:10 WIB

Siswa SD Gelar Aksi Simpatik Kabut Asap

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Yudha Manggala P Putra
Kabut asap (ilustrasi)
Kabut asap (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Aksi simpatik sebagai bentuk keprihatinan bencana kabut asap di Kalimatan dan Sumatra terus dilakukan masyarakat di hampir setiap daerah. Kali ini belasan siswa dari SD Islam Terpadu, Kota Malang di depan Stasiun Kota Baru, Kota Malang. Mereka menggelar aksi simpatik dan menggalang tanda tangan untuk mengajak masyarakat Malang peduli Korban Asap.

Kordinator aksi, Lilik Rahmawati memaparkan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengajak masyarakat peduli, dan membantu masyarakat yang menjadi korban asap. "Ada 50 orang yang terlibat dalam aksi kepedulian ini," kata Lilik,  Jumat (17/10).

Aksi itu diawali dengan aksi long march para siswa dari sekolah, serta Masjid Ahmad Yani menuju depan Stasiun Kota Baru. Mereka kemudian berbaris, dan membentangkan spanduk kepedulian pada korban asap.

Para siswa ini melihat aksi teatrikal dari pengurus Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF), yang menceritakan dampak buruk asap pada kesehatan manusia. Aksi itu berupa seorang yang memotong pohon, lalu membakar hutan, kemudian membuat penduduk sesak nafas, lalu mati.

Lilik menambahkan jumlah korban asap berdasar data Kementerian Kesehatan saat ini telah mencapai 15.234 orang, dan 12.262 orang dari jumlah itu menjadi korban ISPA.

Korban ISPA ini, kata Lilik sangat membutuhkan bantuan berupa masker, obat, serta oksigen. Oleh karena itu mereka mengajak masyarakat untuk peduli pada korban Asap. "Kami juga menggalang dana agar korban di sana segera terobati," tambah Lilik.

Sementara, Khasa (10), salah seorang siswa yang ikut aksi mengaku prihatin dengan korban asap. Rasa prihatin itupula yang mendasarinya ikut dalan aksi simpatik ini. "Kasihan, teman-teman tak bisa sekolah dan kumpul sama teman-teman karena asap di tempat mereka," katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement