REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Tingkat kunjungan museum di DI Yogyakarta dinilai masih rendah. Padahal jumlah museum di DIY sebanyak 48 museum, namun tingkat kunjungannya belum signifikan. Berdasarkan data Dinas Kebudayaan DIY, jumlah kunjungan ke museum di DIY hingga September 2015 sebanyak 496.186 kunjungan.
Total kunjungan ini tercatat di 21 dari 48 museum yang ada. Dari data tersebut, kunjungan museum di DIY juga belum merata, ada beberapa museum yang dikunjungi banyak wisatawan namun ada yang jarang dikunjungi. Rata-rata kunjungan bulanan ke museum di Yogya juga fluktuatif.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono, kunjungan ke 21 museum di DIY tersebut tidak stabil. Pada Januari 2015 kunjungan museum sebanyak 63.885 orang, Februari 45.257 orang dan Maret sebanyak 56.198 orang.
Sedangkan April ada 65.592 orang, Mei ada 90.715 orang, Juni 78.975 kunjungan. Pada Juli tercatat 46.565 kunjungan, Agustus sebanyak 32.169 kunjungan dan September 16.820 kunjungan.
"Data ini diperoleh dari tenaga edukator yang kita tempatkan di 21 museum tersebut," ujarnya, Rabu (7/10).
Tenaga edukator ini merupakan tenaga pendamping bagi para pengunjung di museum. Dengan jumlah museum yang cukup banyak tersebut harusnya total kunjungan wisatawan lebih banyak lagi. Namun belum semua museum dikenal dan diminati pengunjung.
Untuk meningkatkan kunjungan museum di DIY dan lebih mengenalkan museum, Disbud DIY bersama Badan Musyawarah Museum (Barahmus) menggelar Festival Museum 2015. Festival museum ini digelar selama empat hari dari 15-19 Oktober 2015.
Mayor Sus. Ayik Supriyadi, Wakil Ketua Barahmus DIY mengatakan, festival museum ini akan diisi dengan aneka lomba untuk anak-anak, karnaval museum, pameran museum dan kunjungan museum oleh pelajar DIY. Kegiatan ini akan bertempat di Benteng Vredeburg DIY. Tema festival kali ini adalah Museum for Edutourism.
"Perbedaan dengan tahun lalu selain tema, ada lima museum luar DIY yang akan ikut berpartisipasi yaitu dua museum dari Jakarta, museum karst Indonesia, museum Majene dan Museum Aditya Warman, Sumatera Barat," katanya.
Pameran museum sendiir mentargetkan kunjungan pelajar hingga 50 ribu orang selama pameran berlangsung. Melalui ajang ini diharapkan gairah pelajar untuk berkunjung ke museum semakin tinggi. Karnaval museum sendiri digekar 14 Oktober dengan rute dari DPRD DIY melewati Maliobiri dan finish di Benteng Vredeburg.