Sabtu 05 Sep 2015 14:24 WIB

Kapolri: Teknis Kebakaran Hutan tak Sulit

Rep: C07/ Red: Indira Rezkisari
 Pengendara sepeda motor tanpa mengenakan masker pelindung pernapasan saat melintasi Jalan Yos Sudarso yang diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Senin (27/7).  (Antara/Rony Mularman)
Pengendara sepeda motor tanpa mengenakan masker pelindung pernapasan saat melintasi Jalan Yos Sudarso yang diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Senin (27/7). (Antara/Rony Mularman)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan tak sulit dalam melakukan pemadaman kebakaran lahan dan hutan.

"Teknis tak sulit misal di Banyu Asin nanti akan dikerahkan ke sana untuk dikeroyok rame-rame dilakukan pemadaman," kata Badrodin di Kementerian LHK Gedung Manggala Wanabakti, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9).

Menurut Badrodin tinggal sumber dayanya yang ditambah di setiap daerah rawan untuk mencegah dan menanggulangi. Ia menambahkan Polri, TNI, BNPB, BPBD Kementrian ESDM, Kemenhub dan Pemerintah Daerah juga harus selalu siap siaga dalam melakukan penanggulangan bencana.

"Polri dan TNI juga sudah sepakat kalau ada yang kekurangan personil makan akan kami kirimkan lagi," ujarnya.  

Dalam kurun waktu 18 tahun terakhir wilayah Sumatera dan Kalimantan selalu terbakar setiap tahunnya. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyebabkan bencana asap. Wilayah langganan karhutla adalah Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng dan Kalsel. Dampak yang ditimbulkan luar biasa. Bahkan kerugian dan kerusakan akibat karhutla lebih besar dibandingkan jenis bencana lainnya di Indonesia setiap tahunnya. 

Presiden juga sudah memberikan arahan bahwa pemerintah akan serius mengatasi masalah karhutla agar segera dihentikan, dan tidak akan menoleransi perusahaan maupun siapapun yang melanggar hukum. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement