REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015 sudah dimulai. Kepala Polri, Jenderal Badrodin Haiti meminta jajarannya untuk memprediksi gangguan dan kerawanan di daerah jelang pilkada serentak.
Menurutnya, setiap daerah memiliki tingkat kerawanan yang berbeda. Terlebih jika hanya ada dua pasangan calon (paslon) kepala daerah, tingkat kerawanannya menjadi cukup tinggi.
"Seperti di Sumbar (Sumatra Barat), rata-rata (daerah) menurut Kapolda aman. Tapi seperti di tingkat provinsi //head to head// (antara mantan gubernur dan mantan wakil gubernur), tingkat kerawanan tinggi," tutur Badrodin usai bersilaturahmi dan memberikan arahan dengan jajaran Polda Sumbar, Senin (31/8) malam.
Ia menuturkan, petugas di lapangan harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menanggulangi sejumlah masalah pengamanan Pilkada. Ia menambahkan, walaupun Polri sudah pengalaman mengamankan Pilpres, Pileg (pemilihan legislatif) dan Pilkada, namun tidak dilaksanakan pesta demokrasi itu tidak dilakukan secara serentak.
Sehingga, lanjut dia, Pilkada serentak akan menjadi tantangan tersendiri bagi Polri.
"Ini harus diantisipasi sebaik-baiknya. Jangan sampai kita underestimate," ujar Badrodin.