Ahad 09 Aug 2015 16:19 WIB

Mimpi Sandal Bandhol Tembus Pasar Eropa

Rep: c94/ Red: Agung Sasongko
Sendal Bandhol (pasardesa.net)
Foto: pasardesa.net
Sendal Bandhol (pasardesa.net)

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Pengrajin sandal bandhol asal Purwokerto, Kabupaten Banyumas bertekad menembus pasar eropa. Saat ini, produk asli buatan Banyumas itu sudah tersebar di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Pemilik usaha Sandal badhol, Daryanto mengatakan, sendal bandhol adalah sendal yang terbuat dari bahan karel atau ban bekas. Awalnya, pada tahun 1950 an sandal badhol menjadi sandal di wilayah distrik banyumas. Dahulu, dia merawihkan, sandal bandhol dikenal juga dengan sandal sapi. Hal itu lantaran kendaraan pada masa itu hanya mengunakan gerobak yang ditarik oleh sapi.

Untuk memperkuat kuku pada sapi para pemilik memasang karet di setiap kuku kakinya. Daryanto mengaku usaha bandulnya  diawali pada tahun 1997. Saat itu, hanya dipergunakan bagi para jamaah masjid yang hedak wudhu di mushalah atau masjid.

Ia bersama komunitasnnya mengaku senang dengan adannya himpunan komunitas didukung oleh Gebyar Asyiiik, komunitas di wilayah purwokerko melesat maju. Selain mengimpor dalam Indonesia, saat ini Daryanto bersama rekan komunitas lainnya sedang berupaya mempromosikan produk lokalnya melalui kegiatan budaya yang ada di luar negeri.

"Ya tekad kami sampai ke sana sehingga sandal badhol bisa tenar di dunia model internasional, terutama Eropa"katannya kepada ROL, Sabtu(8/8).

Pengamat sekaligus pembina komunitas usaha kreatif, Karel Anderson mengatakan, tidak ada yang mustahil bagi produk kretif Indonesia menembus pasar ekonomi nasional dan Internasional.

Ia mencontohkan, sendal jepit bisa mecuat namannya saat artis Korea-POP mengunakan sendal tersebut. "Bisa jadi Bandhol bisa dipakai obama. tugas kita bergerilya membuat bloger yang bisa mengaruhi pembacan. dan Bisa mengangkat kearifan,"ujarnya.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement