Jumat 07 Aug 2015 23:59 WIB
Pilkada Serentak

Bawaslu Minta Parpol tak Takut Hadapi Incumbent

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Karta Raharja Ucu
(dari kiri) Komisioner Bawaslu Nasrullah, Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro, Anggota Komisi II DPR Yandri Susanto berbicara dalam diskusi publik di kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (7/8).
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
(dari kiri) Komisioner Bawaslu Nasrullah, Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro, Anggota Komisi II DPR Yandri Susanto berbicara dalam diskusi publik di kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (7/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta partai politik (parpol) yang belum mengajukan pasangan calon, untuk menyiapkan kandidat terbaiknya. Persiapan itu bisa dilakukan pada masa perpanjangan waktu pendaftaran di tujuh daerah calon tunggal.

Hal itu sekaligus menepis anggapan, munculnya pasangan di masa perpanjangan sebagai calon 'boneka'. "Bawaslu akan terus monitor walaupun tidak ingin terjebak calon boneka, semua calon bagi Bawaslu itu sama," ujar Komisioner Bawaslu Nasrullah dalam diskusi publik 'Calon Tunggal Kepala Daerah dan Komitmen Parpol Siapkan Pemimpin Lokal' di Bawaslu RI, Jakarta, Jumat (7/8).

Nasrullah juga meminta agar parpol tidak gentar mengajukan pasangan calon di daerah yang terdapat pasangan calon dari incumbent (petahana) kuat. Menurutnya, pasangan calon yang akan diusung tersebut juga berpeluang untuk mengimbangi pasangan incumbent, jika diusung berdasarkan pertimbangan yang matang.

Karena, Nasrullah menilai saat ini masyarakat sudah cerdas untuk mengetahui pasangan calon yang benar-benar berkualitas. "Kalau partai politik bisa ajukan kandidat yang baik hanya saja masih disimpan, coba ditarungkan, dimaksimalkan," ujarnya.

Ia melanjutkan, kalau pun pasangan calon tersebut tidak terpilih dalam Pilkada Desember mendatang, pasangan calon tersebut bisa menjadi investasi parpol di pemilihan mendatang.

"Mungkin kemenangan bukan saat itu tapi lima tahun yang akan datang, karena masyarakat bisa nilai ada yang berani datang tantang petahana, apalagi calon ini punya konsep, visi yang bagus," ujarnya.

Ia mencontohkan hal tersebut terjadi pada Pemilihan Gubernur DKI dimana pasangan calon petahana kuat yakni Fauzi Bowo yang dijagokan memenangi Pilgub DKI, justru dikalahkan oleh pasangan Joko Widodo-Ahok.

"Lembaga survei semua jagokan dia menang, tapi tidak ada yang sangka dia (Jokowi) yang menang," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement