Jumat 07 Aug 2015 06:48 WIB

BNPT Bentuk Forum Pencegahan Terorisme di Jambi

BNPT
BNPT

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membentuk kepengurusan Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi sebagai upaya pencegahan berkembangnya terorisme di Jambi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Saud Usman Nasution, saat pelantikan kepengurusan FKPT di Jambi, Kamis (6/8), mengatakan, pelantikan FKPT tersebut dapat menjadikan sarana saling bertukar pikiran, bagaimana menanggulangi terorisme di Jambi, dan tentunya bagaimana menanggulangi masyarakat agar tidak menjadi korban rekrutmen terorisme.

"Kita menginginkan forum ini untuk saling bertukar pikiran cara menanggulangi terorisme di Jambi. Terbentuknya FKPT ini adalah bukti nyata untuk menanggulangi penyebaran terorisme di Jambi," kata Saud Usman.

Dia mengatakan, jika ada informasi terkait kecurigaan adanya terorisme, masyarakat dapat memberi tahu atau mengadu kepada FKPT tersebut. Namun dia meminta kepada gubernur untuk terlebih dahulu menyediakan tempat dan ruangan khusus untuk FKPT tersebut.

"Saya minta kepada Gubernur Jambi untuk membuatkan satu tempat atau ruangan untuk FKPT ini, agar masyarakat yang ingin memberikan informasi langsung menuju tempat kepengurusan," katanya menjelaskan.

Saat ini, katanya, tingkat paling rawan memperoleh pemahaman terorisme adalah pelajar. Karena tingkat pelajar adalah yang paling banyak menggunakan media sosial.

"Kami pernah memblokir situs islam di media sosial, malah dianggap kami memblok situs islam, padahal situs yang kami blokir adalah situs yang terdapat syiar islam yang menyimpang dari ajaran islam. Disana ada kelompok-kelompok pengkafiran, itu lah yang terjadi. Ini yang tidak boleh," katanya.

Saud Usman mengatakan bahwa banyak penyebab terpengaruhnya masyarakat memasuki?faham keras tersebut. Tapi faktor utamanya adalah dangkalnya pemahaman seseorang terhadap Al'quran dan kurangnya menguasai bahasa arab.

Sementara itu, salah satu mantan teroris asal Malaysia yang menetap di Indonesia, Nasir Abas, di Jambi, mengatakan, daya tarik yang dapat menyebabkan masuknya orang menjadi anggota teroris adalah masa yang selalu ingin ikut-ikut dan mencoba.

"Masa muda adalah masa dimana orang ingin tahu dan ingin mencoba. Begitulah saya dulu waktu berfikir mau bergabung masuk teroris sejak umur 18 tahun, saya dijanjikan dengan hidup dan mati yang terjamin. Itu lah cara mereka memuaskan kita dan membuat kita tertarik," katanya.

Namun menurutnya, di Indonesia saat ini perkembangan teroris sudah menurun. Dimana kejadian-kejadian yang seperti pengeboman dan lain sebagainya sudah jarang ditemukan.

"Sebenarnya tidak ada daerah yang benar-benar aman dan benar-benar bahaya, cuma yang dinilai aman itu malah bisa jadi tujuan mereka. Dalam memerangi teroris masyarakat juga harus dilibatkan, kalau bisa di masing-masing Provinsi juga ada, karena di setiap Provinsi di Indonesia punya budaya yang berbeda-beda," kata Nasir.

Kepengurusan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Jambi resmi dilantik dan dikukuhkan oleh ketua BNPT Kamis (6/8). FKPT Jambi itu diketuai Lukman Jafrie.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement