Selasa 23 Dec 2025 08:39 WIB

Perkuat Deradikalisasi Berbasis Keagamaan, BNPT Gandeng Pesantren

Kegiatan melibatkan ratusan napiter untuk memperkuat pemahaman keagamaan moderat.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Kepala BNPT, Eddy Hartono.
Foto: Humas BNPT
Kepala BNPT, Eddy Hartono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar dialog kebangsaan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025). Kegiatan yang juga melibatkan ratusan narapidana terorisme (napiter) itu dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat.

Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat moderasi beragama melalui pendekatan dialog keagamaan. Menurut dia, dialog kebangsaan merupakan sarana pencerahan dalam kehidupan berbangsa sekaligus mendukung program deradikalisasi dan penguatan moderasi beragama.

Baca Juga

"Forum dialog kebangsaan ini menjadi wadah pencerahan bagi kita semua yang hadir," kata dia melalui keterangannya, Senin.

Eddy pun mendorong para mitra deradikalisasi memanfaatkan dialog sebagai ruang pembelajaran dan refleksi kebangsaan. Pasalnya, kegiatan itu akan memberikan banyak manfaat bagi mitra deradikalisasi.

"Jadi gunakan waktu ini sebaik-baiknya dan ini merupakan pencerahan dan pembekalan untuk iman kita lebih tumbuh dan berkembang dalam rangka kita mengimplementasi sebagai Warga Negara Indonesia," kata dia.

Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menilai, dialog merupakan esensi ajaran Islam yang mendorong cara berpikir objektif. Melalui dialog, setiap orang bisa berperilaku secara objektif.

"Awal Islam yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW itu sebagai agama dialog. Dialog itu menjadikan orang bisa berpikir objektif," kata Gus Baha.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement