Sabtu 20 Jun 2015 14:58 WIB

Suhu Bandung di Malam Hari Lebih Dingin

Salah satu sudut kota Bandung (ilustrasi).
Foto: Republika/Imam Budi Utomo
Salah satu sudut kota Bandung (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengingatkan suhu malam hari di Kota Bandung lebih dingin karena penurunan kelembaban udara di kawasan itu akibat musim kemarau.

"Suhu malam hari di kawasan Bandung dan sekitarnya cenderung lebih dingin dari biasanya karena adanya penurunan kelembaban, sedangkan pada siang hari cenderung lebih panas," kata Prakirawan BMKG Bandung Susiyani di Bandung, Sabtu (20/6).

Menurut dia, selama Juni tingkat kelembaban terendah tercatat sudah mencapai 41 persen, sementara kelembaban tertingginya mencapai 93 persen. Kemudian berangsur-berangsur menurun perhari terhitung sejak awal Juni.

Susiyani mengatakan suhu udara kota Bandung tercatat paling rendah mencapai 17,2 derajat celcius pada malam hari, sementara yang tertinggi mencapai 30,8 derajat celcius pada siang hari.

"Namun tingkat suhu udara dan kelembaban ini masih terhitung normal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Warga Bandung Raya mengeluh cenderung merasakan siang hari yang terasa sangat panas, sedangkan dari malam ke pagi hari jadi terlalu dingin.

"Disamping suhunya dingin pada pagi dan siang terlalu panas, juga udaranya terasa lebih kering karena tingkat kelembabannya menurun," kata Susiyani.

Dia mengimbau masyarakat menjaga stamina. Lebih lanjut ia menyatakan secara normatif musim kemarau akan usai pada Oktober. Pihak BMKG terus memantau hal tersebut karena kemungkinan mundurnya waktu awal penghujan.

"Sekarang masih ada fenomena El Nino meskipun masih moderat, tapi kalau El Nino terus menguat maka awal musim penghujannya bisa jadi akan mundur dari jadwal Oktober," kata Susiyani.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement