REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, menegaskan rencana pembangunan Komando Daerah Militer (Kodam) baru di Papua, tepatnya di Papua Barat, sudah final. Kodam baru itu pun ditargetkan sudah bisa berdiri dan berjalan pada Januari 2016.
"Sudah final dan sudah mendapatkan dukungan dari masyarakat, termasuk pemberian namanya. Nanti masyarakat yang memberi nama," kata Gatot di Markas Besar TNI AD, Jakarta Pusat, Jumat (29/5).
Gatot menambahkan, pihaknya menargetkan pembangunan Kodam itu sudah bisa rampung pada Januari 2016. Penyelesaian itu pun termasuk penempatan personel dan pembagian wilayah teritorial dengan Kodam yang sudah ada saat ini, yaitu Kodam XVII/Cendrawasih.
Pembentukan Kodam baru di Papua, lanjut Gatot, agar bisa dapat melakukan pengamanan di seluruh Papua. Selama ini, dengan satu Kodam saja dianggap belum cukup menjangkau pengamanan di seluruh Papua yang memang cukup besar.
Keputusan pembangunan Kodam baru di Papua ini, kata Gatot, sudah tidak bisa diubah-ubah lagi. Ini pun menjadi jawaban atas sejumlah kritik, terutama yang berasal dari para penggiat HAM yang menilai pembangunan Kodam baru di Papua hanya akan memperkeruh suasana di Papua.