Jumat 22 May 2015 22:38 WIB
Kisruh Golkar

Soal Islah Golkar, JK: Nanti Diaturlah

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bayu Hermawan
Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Foto: @Pak_JK
Wakil Presiden Jusuf Kalla.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan akan mengatur pertemuan antara kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono, yang terlibat konflik kepengurusan Partai Golkar. Pertemuan ini dilakukan untuk memediasi kedua pengurus partai Golkar agar mencapai islah.

"Nanti diatur lah," kata JK di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, usai melakukan kunjungan kerja dari Jepang, Jumat (22/5).

Meski begitu, JK enggan menyebut kapan pertemuan antara dua pengurus Partai Golkar yang berkonflik tersebut akan dilakukan.

Untuk diketahui, Ketum Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie alias Ical berencana untuk bertemu lagi dengan JK hari ini, Jumat (22/5), atau Sabtu besok (23/5) guna membicarakan formula islah terbaik. Namun, pada pertemuan tersebut, Agung Laksono belum diundang untuk bergabung.

Sekjen Golkar kubu Ical, Idrus Marham mengatakan bahwa Ical telah bertemu dengan Agung Laksono beberapa waktu lalu. Ia pun mengklaim, Agung Laksono menunjukkan respon positif terhadap upaya islah.

"Kita cari formula (Islah) dulu. Tanggal 18 lalu, Aburizal Bakrie sudah bicara dengan Agung Laksono dan Agung menyambut baik. Jangan kita terlalu memikirkan hanya diri sendiri. Pengurus partai Golkar yang harus di kedepankan," kata Idrus.

Ketua DPR Setya Novanto pun mengapreasi langkah mantan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla yang berniat menjembatani islah antara kubu Ical dan Agung Laksono. Bahkan ia memuji langkah JK demi merekatkan kedua kubu tersebut.

"Saya selaku pimpinan DPR merasa bangga dan saya apresiasi JK yang berusaha untuk melakukan islah, selain presiden sendiri yang juga menginginkan demikian," kata laki-laki yang akrab disapa Setnov itu di gedung DPR, Jakarta, Jumat (22/5).

Setnov berharap, kedua kubu tersebut dapat menahan ego masing-masing dan lebih mengedepankan kepentingan bersama sebagai sebuah partai. Dengan begitu, lanjutnya, maka keinginan untuk islah dapat terwujud.

"Saya harap ini bisa ada pengertian, ada saling penghargaan satu yang lain supaya lancar. Saya dengar ini adalah saling berjalan antara Pak Jusuf Kalla bersama timnya terus selesai, mudah-mudahan bisa," ujarnya.

Berita Lainnya

Rekomendasi