REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Dr Moeldoko merasa bangga anak buahnya berguna di tengah masyarakat dengan mendukung pengembangan pertanian organic.
“TNI silakan digunakan untuk kepentingan masyarakat. Tapi satu yang tidak boleh, jangan digunakan untuk kepentingan politik. Itu haram hukumnya,” ujar Panglima saat melaksanakan panen raya padi organik perdana di Desa Tong Blau Kanagarian Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat yang masuk wilayah Korem 032/Wirabraja, Rabu (20/5).
Sistem dan pola pertanian organik tanpa penggunaan bahan kimia merupakan hasil karya pakar organik Dr. Nurzaman yang dilatihkan kepada Babinsa, kelompok tani dan masyarakat setempat. Benih yang digunakan adalah benih padi varietas baru bernama Kartika.
Keistimewaan padi Kartika, yakni anakan padi lebih banyak hingga 20 sampai 25 per rumpun, hanya perlu penanaman sebatang benih, tidak seperti benih varietas lain. Batang padi lebih besar dan bulir padi lebih banyak.
Waktu panennya pun lebih cepat dibanding jenis yang lain, bisa dipanen 95 hari sedangkan jenis lain rata-rata dipanen 120 hari.
“Kerja sama ini harus ditingkatkan, dan mempersilahkan masyarakat sekitar memanfaatkan prajurit TNI untuk kepentingan sosial,” kata Moeldoko.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyatakan merasa bangga, ternyata hadirnya TNI memberikan semangat motivasi dan dukungan.
“Saat ini telah ada 230 titik pertanian organik yang dikerjakan bersama Komando Resor Militer 032/ Wirabraja Padang, total 88 hektar dan semuanya organik,” ujarnya.