Kamis 23 Apr 2015 14:19 WIB

PT KA Tingkatkan Kapasitas Kecepatan Internet

Perubahan Jadwal dan Tarif KA: Calon penumpang membeli tiket kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (1/4). (Republika/Yasin Habibi)
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Perubahan Jadwal dan Tarif KA: Calon penumpang membeli tiket kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (1/4). (Republika/Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Kereta Api Indonesia (PT KA) meningkatkan kapasitas kecepatan internet atau bandwith untuk mengantisipasi membludaknya pemesanan tiket secara online.

"Pemesanan online menjadi chanel pemesanan paling banyak, sehingg akami menambah bandwithnya dari 120 Mbps menjadi 260 Mbps," kata Kepala Humas PTKA Agus Komarudin, Kamis (23/4).

Penambahan kapasitas kecepatan internet pemesanan tiket online itu menurut Agus, salah satunya untuk mengantisipasi membludaknya pemesanan untuk kebutuhan tiket mudik dan balik Lebaran 2015.

Ia menyebutkan, pemesanan tiket KA lebaran telah dibuka sejak 11 April 2015. Pemesanan tiket dipesan melalui berbagai channel seperti Contact Center 121, website kereta-api.co.id, aplikasi KAI Access pada ponsel. Selain itu juga melalui minimarket, kantor pos, pegadaian, agen resmi tiket KA maupun chanel lainnya.

 

Agus Komarudin memprediksi penumpang arus mudik tahun ini akan terjadi peningkatan penumpang sebesar tiga persen. PT KA berencana untuk menambah kapasitas angkut, selain menyiapkan kereta tambahan juga pengoperasian KA Lebaran.

Selain menambah bandwith PT KA juga menambah server untuk aplikasi KAI Access dari tiga server menjadi tujuh server. Se;lain itu penambaha web KAI tiket-kereta-api.co.id penambahan server dari enam menjadi 12 server.

"Upaya ini untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang, tidak hanya di kereta tapi juga dalam pemesanan tiket, dimana dengan memaksimalkan sitem online," kata Agus menambahkan.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement