Selasa 21 Apr 2015 11:45 WIB

Mabes TNI Buka Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Indah Wulandari
Panglima TNI Jenderal Moeldoko di acara HUT Dharma Pertiwi ke-51 di Balai Sudirman, Rabu (15/4).
Foto: Puspen TNI
Panglima TNI Jenderal Moeldoko di acara HUT Dharma Pertiwi ke-51 di Balai Sudirman, Rabu (15/4).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Mabes TNI secara resmi membuka Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen angkatan II tahun 2015.

Pembentukan sekolah ini diharapkan bisa menjadi sarana konsolidasi dan sinergitas di seluruh jajaran intelijen TNI, termasuk Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

''Manajemen dan Analisis lnteliejan TNI dituntut untuk menyediakan informasi, data, pengetahuan, yang sempurna untuk kebutuhan perencanaan, dan pengambilan keputusan,” ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Senin (20/4).

Menurutnya, intelijen TNI harus memiliki kapasitas dan kapabilitas, meski belum ditunjang oleh anggaran TNI secara utuh. Hal ini lantaran pertumbuhan ekonomi nasional belum bisa menyokong dan mendukung pemenuhan anggaran TNI.

Moeldoko menyebutkan, dibukanya Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen ini merupakan salah satu bentuk untuk memenuji tuntutan terhadap upaya transformasi Institusi Intelijen Militer yang modern dan memiliki kesadaran, serta analisis yang kuat terhadap setiap pergerakan lingkungan strategik.

Tanpa masukan intelijen yang baik, lanjut Moeldoko, tidak mungkin membuat suatu rencana atau strategi raya dan strategi keamanan nasionalayang memenuhi kriteria.

Secara khusus, Moeldoko bahkan memerintahkan kepada Komandan Satuan Induk Badan Intelijen Strategis (Dansatinduk Bais) TNI untuk terus mengembangkan Manajemen dan Analisis Intelijen TNI, yang sejalan dengan kebijakan Panglima TNI.

''Dikotomi-dikotomi tersebut telah menjadikan intelijen TNI terkotak-kotak dan berdampak pada tumbuhnya ego sektoral serta melemahkan kemampuan intelijen TNI,'' lanjut mantan Pangdam Siliwangi tersebut.

Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen TNI Angkatan II tahun 2015 ini diikuti oleh 33 perwira siswa, yaitu terdiri dari 28 personel asal Angkatan Darat, dua personel Angkatan Laut, dan tiga personel Angkatan Udara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement