Ahad 19 Apr 2015 20:39 WIB

Presiden Dijadwalkan Resmikan Pabrik Nikel di Morowali

?Presiden Joko Widodo (kanan) memakai baret Mabes TNI disaksikan oleh Panglima Jenderal TNI Moeldoko (kiri) saat menerima pengangkatan sebagai Warga Kehormatan Pasukan Khusus TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (16/4).(Republika/Edwin Dwi Putranto)
?Presiden Joko Widodo (kanan) memakai baret Mabes TNI disaksikan oleh Panglima Jenderal TNI Moeldoko (kiri) saat menerima pengangkatan sebagai Warga Kehormatan Pasukan Khusus TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (16/4).(Republika/Edwin Dwi Putranto)

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Presiden RI Joko Widodo dalam waktu dekat dijadwalkan akan meresmikan pengoperasian pabrik pengolahan nikel (smelter) yang dibangun PT Sulawesi Mining Investment di Kawasan Industri Morowali, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sulawesi Tengah Ch Shandra Tobondo di Palu, Ahad (19/4), mengatakan sebelum peresmian tersebut, Kepala BKPM RI Franky Sibarani bersama Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis telah meninjau realisasi pembangunan smelter dengan investasi 635 juta dolar AS tersebut.

Shandra mengatakan pada kunjungan 17 April 2015 itu, Kepala BKPM melihat langsung realisasi pembangunan pabrik, berdialog dengan pekerja dan para pemilik modal. Hasil kunjungan tersebut akan dilaporkan ke Presiden terkait kemungkinan waktu pelaksanaan peresmian.

Pembangunan smelter tahap awal tersebut sudah hampir rampung seluruhnya dan rencananya akan melakukan ekspor perdana pada akhir April atau awal Mei 2015. Shandra mengatakan para pemegang saham dalam kunjungan tersebut berdialog langsung dengan Kepala BKPM RI Franky Sibarani dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola terkait aturan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia.

Shandra mengatakan para investor mengemukakan perbedaan pemberlakuan aturan tenaga kerja antara Indonesia dengan Cina. Di Cina perusahaan dapat menerima tenaga kerja ahli di bidangnya walaupun tidak melalui pendidikan formal sampai sarjana sepanjang memiliki kualifikasi kejuruan di sekolah kejuruan tertentu.

Sementara aturan ketenagakerjaan asing yang bekerja di Indonesia harus berkualifikasi sarjana strata satu.

Shandra juga mengatakan investor berharap mereka diberi kemudahan dalam berinventasi di Kawasan Industri Morowali karena mereka akan berinvestasi cukup besar di Wilayah tersebut dengan nilai investasi selama tiga tahun sebesar lima miliar dolar AS.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement