Sabtu 18 Apr 2015 05:47 WIB

Jokowi Minta PMII Ikut Perangi ISIS

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Esthi Maharani
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana di atas pesawat kepresidenan
Foto: antara
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana di atas pesawat kepresidenan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII) ikut membantu pemerintah memerangi paham radikalisme seperti ISIS. Hal itu disampaikan Presiden saat menghadiri acara peringatan harlah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-55 yang digelar di Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/4).

"Siapa yang bisa tangkal radikalisme? PMII, betul. Yang namanya radikalisme dan gerakan ekstrimisme, tidak ada kompromi untuk mereka," kata Presiden yang mengenakan baju koko putih dipadu kopiah hitam.

Ketua Umum PMII Aminuddin Ma'ruf mengatakan, organisasinya bertekad membebaskan kampus, masjid dan pesantren dari paham radikalisme. Menurut dia, salah satu cara untuk memerangi paham itu yaitu dengan kembali ke masjid.

Aminuddin menambahkan, PMII juga akan berada di garda terdepan sebagai pembela bangsa dan penegak agama. Sebagai penegak agama, kata dia, PMII akan menguatkan perannya dalam menebarkan ideologi Islam yang menjadi rahmat bagi alam.

Sebelumnya, saat mengunjungi Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Presiden juga menyinggung masalah terorisme dan radikalisme. Jokowi meminta ulama meningkatkan perannya dalam menyebarkan ajaran Islam moderat yang rahmatan lil 'alamin.

"Inilah peran kiai dan ulama untuk terus memberikan pada masyarakat mengenai ajaran akhlaqul karimah. Sehingga yang dilihat oleh luar benar bahwa kita negara yang tentram," kata Presiden.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement