Selasa 07 Apr 2015 03:12 WIB

Dosen Unand Diduga Bunuh Istrinya

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Indira Rezkisari
Ilustrasi pembunuhan.
Foto: IST
Ilustrasi pembunuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Seorang dosen Fakultas Hukum dari Universitas Andalas (Unand) berinisial IK (40 tahun) diduga membunuh istrinya atas nama Dewi Yulia Sartika (37 tahun).

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Padang, Kompol Franky M. Monaten menuturkan, kejadian bermula dengan adanya penemuan sesosok mayat perempuan di dalam mobil Jimny Katana di SPBU Singkut, Jambi. "Diduga, korban meninggal dunia sekitar tiga hari," kata dia di Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Senin (6/5).

Dikatakannya, kasus ini bermula dari kecurigaan petugas SPBU akan gerak-gerik IK. Terlebih, pelaku memparkir mobilnya di SPBU lebih dari satu hari. Salah satu petugas SPBU lantas melaporkan kejadian ganjil tersebut ke Polsek Singkut.

Petugas, lanjut dia, langsung mendatangi SPBU dan melihat rekaman CCTV. Dari kecurigaan para petugas, akhirnya polisi memutuskan membuka mobil tersebut. Ternyata, ditemukan sesosok mayat di kursi depan kiri dengan luka tusuk di perut bagian bawah.

Ia menjelaskan, korban adalah warga yang tinggal di Jalan Koto Marapak Nomor 7, Kelurahan Olo, Kecamatan Padang Barat. Korban berprofesi sebagai karyawan di bank BRI cabang Padang. Sementara pelaku, ujar Franky, tengah kritis di RSU Soro Langon akibat diduga mencoba bunuh diri dengan meminum racun serangga di toilet SPBU Singkut.

Petugas, tutur dia, juga menemukan barang bukti yaitu, tas korban yang ditemukan di Kilirianjao, Sijunjung, Sumbar. Dalam tas tersebut, ditemukan sejumlah surat-surat berharga milik korban yang berlumuran darah. "Barang bukti telah diamankan di Polres Sijunjung. Diduga, pelaku sengaja membuang identitas korban di sana," lanjut dia.

Menurutnya, setelah ditusuk pelaku di rumah, korban langsung dibawa ke dalam mobil. Diduga, korban menghembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan. "Petugas baru menggeledah TKP (rumah korban) dan masih mencari saksi-saksi lain di lokasi kejadian," tambah dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement