Ahad 05 Apr 2015 17:12 WIB

Ganjar: Klaim Lumpia Milik Malaysia Harus Dilawan!

Rep: bowo pribadi/ Red: Winda Destiana Putri
Lumpia
Lumpia

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Dukung penolakan klaim negara Malaysia atas lumpia, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bergabung dalam ‘santap lumpia massal’ yang digelar di area car free day (CFD) Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah, Ahad (5/4).

Orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah ini bergabung di antara sedikitnya 5.200 warga Kota Semarang serta Wali Kota Semarang, Hendrarprihadi dan Direktur Utama (Dirut) Bank Jateng, Supriyatno untuk bersama-sama menikmati lumpia.

Apa yang dilakukan gubernur ini merupakan bentuk kepedulian atas keragaman warisan anak bangsa. Sebab lumpia yang selama ini dikenal sebagai oleh- oleh  khas asal Kota Semarang ini –tiba- tiba saja—diklaim sebagai makanan khas milik Malaysia.

Menurut Ganjar,  lumpia adalah makanan khas milik Indonesia bukan milik negara lain. Pada 17 Oktober 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemendikbud) telah menetapkan Lumpia Semarang sebagai warisan budaya nasional tak benda.

Oleh karena itu perlu dibudayakan untuk menyantap makanan warisan leluhur itu. "Mari kita budayakan untuk menyantap makanan khas ini. Masyarakat dari luar yang berkunjung ke Kota Semarang bisa membeli lumpia sebagai oleh-oleh khas Semarang," tegasnya.

Sementara itu, kegiatan santap lumpia massal yang diprakarsai oleh Bank Jateng dan diikuti tak kurang dari 5.200 orang peserta ini berlangsung meriah. Kegiatan ini juga dicatat oleh  Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai kegiatan dengan peserta terbanyak.

Berdasarkan piagam Muri dengan Nomor R.MURI/VIII/2015 yang menandai pemecahan rekor makan lumpia massal dengan peserta terbanyak ini diserahkan langsung oleh Manager Muri Paulus Pangka kepada pemrakarsa kegiatan, dalam hal ini Bank Jateng.

Direktur Bank Jateng, Supriyatno mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian agenda dalam rangka memperingati ulangtahun ke-52 Bank Jateng. Kegiatan menyantap lumpia dipilih sebagai upaya untuk mempertahankan kuliner khas Kota Semarang ini dari klaim negara asing.

Dalam kesempatan ini disiapkan kegiatan menyantap lumpia terpanjang, di atas meja sepanjang 260 meja –masing- masing diisi 20 orangdan diikuti oleh warga Kota Semarang dan sekitarnya.

"Total peserta yang berpartisipasi mencapai 5.200 peserta," jelas Supriyatno. 

Sementara itu, sebelum hajat ini dimulai terlebih dahulu dilaksanakan kirab budaya yang dibawakan Komunitas Lima Gunung dari Kabupaten Magelang. Beragam kesenian tradisional ditampilkan oleh sedikitnya 200 seniman Komunitas Lima Gunung. Seperti warok dan lengger, topeng ireng, soreng dan lain- lainnya.

Koordinator Komunitas Lima Gunung, Riyadi mengatakan dalam hajat ini Komunitas Lima Gunung juga mengangkat tema ‘Kirab Bimo Gunung Babad Wana Kuto’. “Ini merupakan  ajang saling belajar antara masyarakat desa dan perkotaan,” tambahnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement