REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerhana Bulan Total (GBT) akan muncul pada Sabtu (4/4) di seluruh Indonesia. Akan tetapi Astronom dari ITB Bandung, Avivah Yamani mengatakan GBT kemungkinan tidak akan terlihat karena kondisi cuaca.
"Sepertinya hujan akan turun saat Gerhana Bulan Total, padahal ini kesempatan satu-satunya untuk tahun ini di Indonesia," kata Avivah.
GBT sendiri muncul selama dua kali dalam setahun. Untuk yang kedua kalinya pada 28 September 2015 tidak akan bisa dilihat karena jatuh di siang hari. "Yang kedua tidak bisa dilihat karena lintasan eclipse tersebut," ujar Avivah.
Adapun fase gerhana total hanya akan berlangsung selama lima menit. Sedangkan keseluruhan proses gerhana akan berlangsung selama hampir 3,5 jam.
Dimulai saat Bulan memasuki umbra sampai keluar dari umbra. Proses keseluruhan gerhana mulai dari gerhana penumbra sampai bulan meninggalkan penumbra bumi mencapai 5 jam 57 menit.
"Gerhana bulan akan terjadi jam 4 sore WIB sampai 21.58. Kemudian untuk puncaknya selama lima menit bisa dilihat dari 18.57 sampai 19.02. Setelah gerhana bulan total kemudian jadi sebagian lagi bulan perlahan-lahan akan ninggalin," jelas Avivah.
Menurutnya gerhana bulan total memang bisa dilihat secara telanjang mata oleh masyarakat Indonesia. Namun untuk memperjelas permukaan bulan harus bisa dilihat dengan teleskop.