Rabu 01 Apr 2015 01:12 WIB

'Ecotech Garden' Sulap Air Bekas Cucian Jadi Jernih

Air limbah pabrik keluar melalui anak sungai Cihaur, Cipeundeuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa(25/2).
Foto: Republika/Septianjar Muharam
Air limbah pabrik keluar melalui anak sungai Cihaur, Cipeundeuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa(25/2).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ratna Hidayat (67) warga Perumahan Bumiasri Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung membuat "ecotech garden" yang berfungi menjadi penjernih air limbah baik dari air cucian dan kakus sehingga dapat digunakan kembali. Dengan memanfaatkan lahan seluas dua meter persegi, air limbah di rumahnya ia alirkan menuju tanaman-tanaman hias berupa bunga ungu, lili air, melati air, kana air, dan bunga coklat.

"Ecotech garden menjadi teknologi tepat guna, murah, dan dapat diterapkan secara massal," kata Ratna, Senin (30/1).

Bunga-bunga tersebut akan menyerap zat-zat pencemar yang terkandung dalam air limbah seperti amoniak. Setelah dijernihkan oleh tanaman hias, air itu akan ramah lingkungan dan tidak akan mencemari sungai. Ratna juga terkadang menggunakan air tersebut untuk menyirami tanaman dan mencuci kendaraannya.

"Ecotech Garden akan mempunyai nilai ekonomi jika pengguna kreatif dalam mengaplikasikasnnya. Pasalnya tanaman yang tumbuh akan dapat dijual kembali," katanya.

Ratna mengaku sudah beberapa kali mensosialisasikan ecotech garden kepada masyarakat, terutama sesama kaum perempuan. Namun belum banyak warga yang menerapkan sistem itu karena terkendala kurangnya pengetahuan dan kemauan. Padahal, menurut dia, jika banyak warga menerapkan Ecotech Garden akan bermanfaat bagi masyarakat. Bukan tidak mungkin, jika warga Citarum memanfaatkan teknologi ini, sungai tersebut bisa sebersih Korea dan Jepang.

 

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement