Selasa 10 Mar 2015 12:38 WIB

JK Tantang BNPB Tiga Jam Sampai

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Indah Wulandari
  Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wapres Jusuf Kalla (kanan) sebelum rapat terbatas kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/3).   (Antara/Andika Wahyu)
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wapres Jusuf Kalla (kanan) sebelum rapat terbatas kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/3). (Antara/Andika Wahyu)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk bertindak lebih cepat lagi dalam penanganan bencana. Ia pun memberikan sejumlah pengalamannya saat pernah menjabat sebagai Ketua Badan Koordinasi Nasional.

Menurut Kalla, dalam menanggulangi bencana diperlukan kecepatan. Sehingga, para relawan dapat segera tiba di lokasi bencana dan memberikan pertolongan.

"Sebagai bekas mantan Bakornas saya ingin berikan beberapa pelajaran. Pertama diperlukan kecepatan," kata JK saat menghadiri pembukaan Rakornas BNPB dan BPBD 2015 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (10/3).

Ia pun menantang BNPB agar dapat tiba di lokasi bencana dalam waktu tiga jam. Tekad seperti ini sudah diterapkan oleh Palang Merah Indonesia yang harus tiba di lokasi dalam waktu enam jam.

Terlebih, lanjut JK, BNPB memiliki anggaran yang besar. Sehingga, sangat dimungkinkan agar para sukarelawan tiba di lokasi kejadian paling lama tiga jam.

"Di mana pun di negeri ini PMI harus enam jam sampai. Saya kira BNPB dengan anggaran besar harus punya tekad tiga jam sampai. PMI saja yang relawan, enam jam sampai," kata JK.

Setelah memberikan pertolongan pertama, BNPB harus melakukan tanggap darurat dengan mempersiapkan tempat penampungan sementara, makanan, dll.

Acara rakornas BNPB ini turut dihadiri sejumlah menteri seperti Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, serta Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement