Selasa 03 Mar 2015 15:36 WIB

Sumitomo Tanda Tangani Kontrak Proyek Rel MRT Jakarta

Rep: C11/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
   Area pembangunan proyek MRT yang ditutupi oleh seng di daerah Blok M Jakarta Selatan, Jumat (17/10).  (foto: MgROL30)
Area pembangunan proyek MRT yang ditutupi oleh seng di daerah Blok M Jakarta Selatan, Jumat (17/10). (foto: MgROL30)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajemen PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mengumumkan  pemenang tender paket kontrak CP-108 untuk rangkaian rel listrik MRT Jakarta yang jatuh pada Sumitomo Corporation di Balai Kota Jakarta, Selasa (3/3).  Setelah proses lelang Februari 2014 lalu, kini manajemen MRT Jakarta melakukan penandatanganan kontrak dengan kontraktor Sumitomo Corporation.

Dalam kesempatan tanda tangan kontrak, juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama PT MRT, Dono Boestami dan Wakil Direktur Sumitomo Corporation, Naoki Hidaka.

Sebelumnya terdapat empat peserta tender untuk paket pengadaan CP-108, yaitu Kawasaki-Itochu Contorsium, Mitsubishi Corporation, Hitachi-Mitsui Consortium dan Sumitomo Corporation. Setelah menjalani proses tender sejak pertengahan Februari 2014 lalu, Sumitomo Corporation ditentukan sebagai pemenang untuk paket pengadaan rangkaian kereta rel listrik (rolling stock) MRT Jakarta.

Adapun kontrak pekerjaan ini mencapai 10,8 milyar sen atau Rp 145 Milyar. Pekerjaan dalam paket lelang CP-108 terdiri dari 16 rangkaian kereta, di mana satu rangkaian terdiri dari enam kereta hingga total 96 kereta. Spesifikasi kereta akan menggunakan Standar urban Railway System for Asia (STRASYA).

Dono Boestami menyatakan kereta ini didesain untuk beroperasi secara otomatis dengan menggunakan sistem Automatic Train Operation (ATO). Sehingga tugas masinis hanya menekan tombol untuk menutup pintu dan memulai. "Kereta ini tentunya juga dengan ketetapan dan keselamatan yang terjamin bagi penumpang," kata Dono.

Tanda tangan kontrak merupakan bagian penting dalam pelaksanaan proyek dan kemajuan MRT. Manajemen juga dapat berkonsentrasi untuk memastikan proyek berlangsung tepat waktu. Pemenang dari paket CP-108 nantinya harus menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 185 pekan.

"Kebanggaan saya untuk menandatangani kontrak, terlebih lagi proyek ini merupakan yang pertama di Indonesia," ujar Hidaka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement