Ahad 22 Feb 2015 13:58 WIB

Puting Beliung Robohkan Tiang Listrik, Bali Timur Gelap

Rep: Ahmad Baraas/ Red: Bayu Hermawan
Angin Puting Beliung (ilustrasi)
Foto: Istimewa
Angin Puting Beliung (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Angin puting beliung disertai hujan lebat yang melanda Bali pada Sabut (21/2) sore, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Puluhan tiang listrik yang tertimpa pohon, ikut roboh dan kebelnya putus.

"Sejumlah desa hingga Ahad (22/2) memang masih belum teraliri daya listrik lagi," kata Humas PLN Distribusi Bali, Wayan Redika kepada Republika di Denpasar.

Redika mengatakan, daerah yang paling banyak tiang listriknya roboh adalah Kabupaten Karangasem, sebanyak 15 buah. Desa-desa yang yang mengalami gangguan pemadman listrik di Karangasem yakni  Desa Sraya, Desa Ujung, Desa Banyuning, Desa Tukad Ambu, Kedampal dan Batudawa.

Sedangkan kabupaten lainnya yakni Kabupaten Klungkung di Desa Banjarangkan 2 tiang yang roboh,dan di Kabupaten Gianyar terjadi di Desa Pejeng. Dijelaskan Redika, di Kabupaten Gianyar dam Klungung, selain ada tiang listriknya yang roboh, ada juga travonya rusak karena tertimpa pohon.

"Petugas PLN sudah menangani gangguan itu dan kami berharap bias segera teratasi," ujarnya.

Selain pemadaman karena adanya kerusakan jaringan, di Bali juga terjadi pemadaman listrik karena PLTGU Gilimanuk sedang overhaul. Perbaikan itu memerlukan waktu Sembilan hari dan agar daya mencukupi, PLN Bali memberlakukan kebijakan pemadaman bergilir.

Tentang kerusakan akibat tiang roboh dan jaringan kebel yang putus, dikatakan Redika, PLN telah meminta para rekanan PLN untuk juga bias bergerak cepat membantu petugas PLN dalam melakukan perbaikan. Terutama sebut Redika, mengenai pengadaan kebutuhan material, seperti tiang listrik dan kabel.

"Kami berusaha bergerak cepat dan meminta berbagai pihak untuk  sedapat mungkin membantu petugas PLN," jelasnya.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement