Ahad 15 Feb 2015 01:42 WIB

Ahok Reaktif Hadapi Banjir, Pengamat: Dia Bukan Birokrat

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kiri).
Foto: Antara
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID,DEPOK—Sikap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang reaktif dalam menanggapi isu banjir dinilai kurang mencerminkan sikap pemimpin yang bijak dan tidak visioner.

"Kalau pengusaha kan memang selalu ingin cepat. Dia bukan birokrat. Dan jiwa pengusaha itu yang masih melekat sampai sekarang," ungkap pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia Yuyun Rahmawati, sabtu (14/2).

Sehingga ketika menemui permasalahan, Ahok cenderung ingin mengatasi secara cepat. Sayangnya, beberapa kali dia seolah menyalahkan pihak lain.

Misalnya, Ahok yang menyalahkan pihak PLN ketika listrik padam di Pluit. Serta, Ahok menuding Kementerian Pekerjaan Umum setengah hati membangun tanggul Kali Sunter.  

Yuyun menilai, sebagai pemimpin seharusnya gubernur tidak bersikap menyalahkan pihak manapun atau mencari kambing hitam.

"Seharusnya (Ahok) tidak bersikap demikian (menyalahkan pihak lain). Tetapi harus mencari solusi atas akar permasalahan yang terjadi. Jadi tidak mengkambinghitamkan pihak lain," tegasnya.

Dia menghargai upaya Ahok yang sudah membuka komunikasi dengan presiden dalam mengatasi banjir. Namun di sisi lain, Ahok juga harus melakukan cara efektif mengatasi banjir. Bukan justru sebaliknya dengan mencari pembenaran.

"Seharusnya pemimpin bukan membuat suatu kekacauan. Pemimpin harus mengambil solusi, bukan mempermasalahkan," saran dia.

Dia menjelaskan ciri pemimpin yang visioner. Yaitu, pemimpin yang meletakkan masalah pada suatu tempat yang tepat untuk kemudian dicari masalah dasarnya. Dengan demikian, dapat dicari solusi atas masalah tersebut.

"Bukan justru mencari masalah atau mencari pembelaan diri. Jakarta memerlukan pemimpin yang visioner dan bijaksana," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement