Senin 09 Feb 2015 17:22 WIB

Wacana UN Online Tunggu Uji Kelayakan

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Dwi Murdaningsih
Panitian membongkar amplop lembar jawaban ujian nasional tingkat SMP dan sederajat yang akan di pindai di Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Kota Bandung, Selasa(6/5).
Foto: Septianjar Muharam
Panitian membongkar amplop lembar jawaban ujian nasional tingkat SMP dan sederajat yang akan di pindai di Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Kota Bandung, Selasa(6/5).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Kebijakan Kementrian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) untuk menyelenggarakan ujian nasional (UN) secara online memang menuai banyak hambatan. Banyak sekolah disebut belum mampu melaksanakan UN online karena fasilitas yang minim.

Meski demikian, Kemendikbud tidak tinggal diam. Pelaksana tugas (Plt) Kepala dinas pendidikan Sulawesi Selatan Salam Soba mengatakan, pihak Kemendikbud telah mengisyarakatkan bakal meninjau ke daerah untuk melihat sejauh mana kebutuhan sekolah yang awalnya ditunjuk untuk mengikuti UN online.

"25 sekolah yang ditunjuk belum tentu semua akan melaksanakan ujian online. Ini akan bergantung pada hasil evaluasi yang akan diturunkan oleh pihak Kemendikbud dalam waktu dekat ini," kata Salam, Senin (9/2). 

Dia menambahkan, setelah diketahui sekolah mana yang lebih layak untuk menggelar UN online, pemerintah pusat, provinsi maupun kota dipastikan akan membantu sekolah tersebut melaksanakan ujian. Rencananya sekolah tersebut akan dibantuk dalam pengadaan komputer ataupun sarana lainnya.

Mengenai permintaan agar UN Online bisa dihelat tidak bersamaan dengan UN reguler karena sosialisasi yang mendadak, Salam menyebut permintaan ini terlalu berlebihan. Pasalnya tidak mungkin mengobarkan siswa dengan melakukan perbedaan waktu ujian. Selain itu dia berkilah bahwa UN saat ini bukan menjadi penilaian akhir yang harus dikhawatirkan siswa maupun orang tua mereka. "Sebenarnya ini sudah lama mau ditentukan, namun bulan ini baru diberitahu keputusannya," ujarnya.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement