Rabu 28 Jan 2015 20:19 WIB

Ibu Siti dan 100 Hari Pemerintahan Jokowi

Rep: C04 / Red: Ilham
Presiden Jokowi bersepeda di Bundaran HI, Ahad (25/1).
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Presiden Jokowi bersepeda di Bundaran HI, Ahad (25/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usia pemerintahan Presiden Joko Widodo kini genap 100 hari. Banyak masayarakat yang menanggapi positif kepemimpinan mantan Wali Kota Solo itu, namun tanggapan negatif juga tidak jarang bermunculan. 

Siti, seorang tukang jamu gendong di kawasan Slipi Jaya, Jakarta masih belum merasakan perubahan yang signifikan selama Jokowi menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono. Sesuai kelas ekonominya, Siti menyorot harga kebutuhan pokok yang dirasa semakin mencekik.

"Presiden baru, harapan baru. Tapi kok harga-harga kebutuhan pokok malah semakin melonjak naik," kata Siti sambil merapikan jualannya, Rabu (28/1).

Siti masih mengingat serentetan janji Jokowi ketika menjadi flamboyan dalam pencalonan Presiden 2014, lalu. Salah satu yang membuatnya terharu adalah janji kesejahteraan. Baginya, mensejahterakan rakyat adalah pekerjaan pemimpin yang paling mulia.

"Tapi ini gimana mau sejahtera kalau belum apa-apa sudah naikin harga," keluhnya.

Setiap hari Siti menjajakan jamunya di wilayah Slipi. Dengan menggendong jamunya, ia berkeliling sepanjang hari. Sore ini Republika kebetulan menemui Siti di tengah jualannya.

Masih soal profesinya, Siti mengingat kartu-kartu sakti yang dijanjikan sang presiden. Ada kartu kesahatan yang masih dalam bingkai BPJS yang belakangan di bangga-banggakan oleh Jokowi.

"Beberapa hari lalu saya meriang selama lima hari," kata Siti mengingat. Ia pun mencoba menggunakan kartu yang katanya 'sakti' tersebut untuk berobat ke rumah sakit. "Eh, lah kok sampai rumah sakit malah diabaikan?"

Ibu beranak lima itu pun kembali, masih meriang, tanpa dilayani pihak rumah sakit. "Yowes, saya terpaksa minum obat warung lagi," nadanya sedikit meninggi. 

Jokowi dilantik menjadi Presiden pada 20 Oktober 2014. Sejak awal, Jokowi dianggap harapan baru yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Gaya blusukannya ke kampung-kampung menyiratkan seorang pemimpin yang merakyat. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement