Jumat 09 Jan 2015 13:44 WIB

Penghapusan Low Cost Carrier Ancam Persatuan Indonesia

Rep: Lilis Handayani/ Red: Indah Wulandari
Pesawat Lion Air.
Foto: Republika/Yasin Habibi
Pesawat Lion Air.

REPUBLIKA.CO.ID,CIREBON-–Wacana penghapusan tiket murah pesawat (Low Cost Carrier) dinilai bakal berpengaruh pada persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

''Tarif murah pesawat juga bisa menggerakkan pariwisata nasional dengan saling mengunjungi antardaerah, atau yang kita kenal wisata Nusantara,'' terang Sultan Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, Jumat (9/1).

Lebih lanjut, Sultan mengatakan, tarif murah pesawat bermanfaat untuk menjalin persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Pasalnya, melalui tarif murah tersebut, masyarakat yang ada di suatu kepulauan bisa dengan mudah mengunjungi daerah di kepulauan lain yang ada di Indonesia.

Dengan demikian, lanjut Sultan, masyarakat bisa saling mengenal budaya daerah lain yang akhirnya berdampak pada ketahanan budaya nasional. Selain itu, ekonomi antardaerah juga bisa meningkat karena bisnis antardaerah berjalan lancar.

Sultan menerangkan, luas Indonesia sama dengan benua Eropa dan Australia. Karena itu, perlu sarana transportasi yang murah dan cepat.

''Sedangkan sarana transportasi laut yang baik, murah dan cepat hingga kini belum siap,'' kata Sultan.

Sultan berharap, Presiden Jokowi harus turun tangan dan menghentikan rencana Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk menghilangkan tarif murah pesawat. Apalagi, selama ini tidak ada keluhan dari maskapai penerbangan tentang tarif.

''Jika rencana tersebut dilaksanakan, justru pemerintah malah menyulitkan masyarakat dan menguntungkan maskapai penerbangan,'' ujar Sultan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement