Senin 05 Jan 2015 11:11 WIB

Minim Lahan Parkir, Taman Bunga Cihideung Sepi Pengunjung

Taman Bunga Cihideung, Bandung, Jawa Barat.
Foto: IST
Taman Bunga Cihideung, Bandung, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kawasan wisata bunga dan penjualan tanaman di Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, minim lahan parkir. Kondisi itu membuat para wisatawan yang datang kesulitan memarkirkan kendaraanya.

"Akibat lahan parkir yang terbatas, pembeli yang datang juga tidak banyak bahkan urung berhenti, kebanyakan yang membeli dikirim langsung ke alamat rumah mereka," kata Dasep, penjual tanaman di sentra bisnis Cihideung, Senin (5/1).

Dasep menyayangkan pemerintah setempat belum memperhatikan sentra bisnis tanaman di lokasi tersebut. Padahal, penjual tanaman sudah banyak dan menjadi salah satu potensi wisata di kawasan itu.

Lahan parkir yang tidak memadai dan jalanan yang sempit membuat jalan di sekitar lokasi macet, terutama saat musim liburan. Banyak kendaraan yang menuju objek wisata melintas di lokasi.

"Bila ada mobil yang parkir di pinggir jalan, itu pasti membuat macet, mobil yang di belakangnya tidak bisa lewat akibat jalan sempit," katanya.

Dasep mengatakan para pemilik kios kurang sinergi dalam pengelolaan kawasan itu, padahal bisa saja ada kerja sama untuk membuat lahan parkir.

Sementara pada musim hujan ini pasokan tanaman ke penjual berkurang, hujan deras membuat beberapa tanaman menjadi rusak. "Beberapa tanaman rusak, karena di musim hujan ada bunga yang tidak bisa kelebihan air, penjual juga tidak mau menjual tanaman yang kurang bagus," katanya.

Penjualan tanaman disini biasanya dipasok ke beberapa daerah di sekitar Kota Bandung dan sesuai permintaan dari luar kota. "Untuk awal tahun, biasanya tanaman yang paling laku adalah tanaman yang biasa ditempatkan di taman atau halaman rumah, contohnya Kamboja," katanya.

Menurut Dasep, tanaman unggulan di lokasi tersebut adalah gelombang cinta dan bunga mawar yang selalu dicari pembeli yang datang. "Untuk harga tanaman atau bunga disini berkisar mulai dari Rp 5.000, tergantung jenisnya," kata Dasep.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement