Jumat 02 Jan 2015 08:05 WIB

Lebak Siaga I Banjir dan Longsor

 Kondisi tanah longsor di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jateng, Selasa (16/12).   (Antara/Anis Efizudin)
Kondisi tanah longsor di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jateng, Selasa (16/12). (Antara/Anis Efizudin)

REPUBLIKA.CO.ID,LEBAK--Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menetapkan status siaga I banjir dan longsor sehubungan intensitas curah hujan yang meningkat selama tiga hari terakhir di daerah itu.

"Kami mengimbau masyarakat agar mewaspadai bencana banjir, longsor dan tiupan angin kencang," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Jumat.

Selama ini, frekuensi curah cenderung meningkat dan berlangsung antara satu dan empat jam sehingga berpotensi menimbulkan bencana alam.

Hujan kapasitas ringan dan sedang yang disertai tiupan angin berpeluang terjadi pada pagi, siang, sore hingga malam hari.

Karena itu, BPBD menetapkan siaga banjir dan longsor untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengatasi resiko bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa atau serangan penyakit dan kelaparan.

BPBD Lebak juga telah menyiapkan peralatan evakuasi, relawan dan logistik,termasuk obat-obatan agar para korban bencana dapat ditangani dengan baik.

Penyebaran surat kewaspadaan dilakukan melalui imbauan kepada aparat camat, desa, relawan dan masyarakat.

Sebabnya ialah wilayah Kabupaten Lebak merupakan langganan bencana banjir dan longsoran saat memasuki musim penghujan.

"Kami mengingatkan warga yang tinggal di daerah aliran sungai maupun tebing dan pegunungan agar meningkatkan kewaspadaan bencana alam sehubungan tibanya cuaca ekstrem itu," katanya.

Di tempat terpisah, Camat Malingping Sukanta mengatakan pihaknya kini berkoordinasi dengan BPBD, TNI,Polri, PMI,Dinkes dan relawan untuk mengatasi bencana alam.

Di wilayahnya terdapat lima desa masuk kategori rawan banjir dan longsor adalah Desa Cilangkahan, Bolang, Kertasatu, Sukamanah dan Pagelaran.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait,termasuk mendirikan posko bencana karena intensitas curah hujan meningkat," katanya.

Koordinator Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak Aan Wiguna mengatakan pihaknya mempersiapkan tim guna membantu warga yang terkena musibah, baik banjir maupun tanah longsor.

Saat ini, jumlah anggota relawan Tagana tercatat 228 personel yang tersebar di 28 kecamatan.

"Relawan Tagana Lebak selalu siap 24 jam dalam memberikan bantuan pertolongan kepada warga yang tertimpa musibah," katanya

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement