Rabu 03 Dec 2014 12:10 WIB

Kemenag Dalami Kasus Kristenisasi di Monas dan Thamrin

Rep: C60/ Red: M Akbar
video dengan judul 'Spesial: Kristenisasi di Car Free Day Jakarta' diunggah di youtube
Foto: Youtube
video dengan judul 'Spesial: Kristenisasi di Car Free Day Jakarta' diunggah di youtube

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Agama mengaku masih terus mendalami kasus indikasi kristenisasi terhadap warga Sentul Bogor di Kawasan Monumen Nasional pada awal November lalu. Sejauh ini, Kemenag melalui Balitbang telah menemukan adanya keterlibatan oknum pengunsaha di Sentul yang mengorganisasi massa untuk datang ke Monas.

“Mobilisasi dilakukan oknum perusahaan di Sentul City,” ujar Kapuslitabang Pendidikan Kemenag Abd. Rahman Mas'ud kepada Republika, Rabu (3/12).

Pada ahad 2 November lalu, sebanyak 350 warga kecamatan Babakan Madang, Sentul, Bogor, diajak ke Monas untuk berwisata. Namun sesampainya di Monas, warga diikutkan beberapa rangkaian kegiatan mulai dari konseling masalah kehidupan, hingga menawarkan solusi yang dicurigai merupakan indikasi kristenisasi.

Di saat yang bersamaan, di jalan Thamrin terdapat acara Car Free Day yang juga diduga kuat menjadi ajang kristenisasi serupa, melalui pembagian kalung berlogo merpati, puisi-puisi bernada kristiani, serta biskuit dengan simbol tertentu.

Kedua kegiatan di pusat Ibu Kota jakarta diduga kuat dilakukan oleh kelompok yang terorganisasi. “Kedua kegiatan tersebut disinyalir ada kaitan,” ujar dia.

Dia mengimbau agar Ditjen Kristen duduk bersama dengan majelis, untuk membahas masalah ini. “Ada indikasi pemurtadan yang melanggar aturan dakwah yang sudah diatur,” ujarnya.

 

Info seputar sepak bola silakan klik di sini

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement