Selasa 02 Dec 2014 08:51 WIB

Pemkot Bekasi Mulai Mendata Pasien HIV/AIDS

Sampel darah penderita HIV/AIDS.
Foto: Antara/Siswowidodo
Sampel darah penderita HIV/AIDS.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat memulai proses pendataan terhadap jumlah warga yang saat ini terjangkit HIV/AIDS di wilayah setempat.

"Badan Narkotika Kota (BNK) Kota Bekasi ingin melakukan pendataan, tapi selama ini kita masih agak kesulitan," kata Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu menyikapi Hari AIDS Internasional, di Bekasi, Senin (1/12).

Kesulitan yang dialami pihaknya selama ini adalah ketertutupan para penderita untuk berbagi informasi seputar kondisi mereka saat ini kepada pemerintah.

"Kalau masalah AIDS, perlu ada pengenalan dari orang tertentu yang dekat dengan pasien. Selain itu harus ada juga kerja sama dengan organisasi yang menangani masalah tersebut agar data yang diperoleh bisa sinkron," katanya.

Dalam rangka hari AIDS Sedunia yang biasa diperingati setiap 1 Desember itu, Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengkampanyekan pelayanan kesehatan Klinik VCT (Voluntary Clinic Test) atau tes HIV/AIDS kepada masyarakat umum.

"Kami akan menempatkan fasilitas VCT mobile di 13 titik di Kota Bekasi," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Yasni Rupaidah.

Menurutnya, VCT merupakan tempat pengobatan HIV/AIDS yang menyediakan ARV (Anti Retroviral), obat untuk meningkatkan kekebalan tubuh bagi penderita HIV/AIDS, sekaligus konsultasi. "Dengan fasilitas itu, kita bisa mulai mendata jumlah pasien yang ada di Kota Bekasi saat ini," katanya.

Pelaksanaan kegiatan klinik VCT dilakukan secara mobile di 13 titik lokasi, di antaranya ditempatkan di kantor instansi pemerintah dan swasta. Kampanye juga dilakukan melalui sosialisasi berupa spanduk imbauan di 31 Puskesmas dan 29 rumah sakit yang ada di 12 kecamatan setempat.

"Di Kota Bekasi, fenomena penyebarluasan HIV/AIDS seperti gunung es. Jika didata satu orang terjangkit tapi sebenarnya angka tersebut dapat mewakili 10 atau bahkan 100 penderita," kata Yasni.

Klinik VCT mobile itu dijadwalkan akan ditempatkan di Markas Polresta Bekasi Kota, Terminal Induk Bekasi, Lapas Bulak Kapal, Yayasan Galuh di Rawapanjang. Selain tempat-tempat tersebut, pelayanan VCT juga disiapkan saat pelaksanaan Car Free Day di Jalan Ahmad Yani, kemudian di tempat seperti cafe dan bar," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement