Sabtu 15 Nov 2014 18:13 WIB

Dirut Semen Kupang Curhat ke Menteri Perindustrian

Rep: c85/ Red: Mansyur Faqih
Semen Kupang
Semen Kupang

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Kunjungan Menteri Perindustrian Saleh Husin ke Kupang, tampaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pelaku industri di daerah itu. Antara lain, Direktur Utama PT Semen Kupang Abdul Madjid Nampira yang langsung 'curhat' tentang kendala yang dihadapi.

Abdul menceritakan, Semen Kupang baru saja bangkit dari keterpurukan. Setelah sempat merugi, kini Semen Kupang mulai menggenjot lagi produksi semennya. 

"Kami harap pak menteri membantu agar Semen Kupang bisa mewujudkan rencananya untuk membangun pabrik ketiga," ujar Abdul kepada Saleh, Sabtu (15/11).

Kendala operasional yang dihadapai Semen Kupang antara lain, masalah listrik yang belum memadai. Sehingga, proses produksi terhambat dan berpengaruh terhadap efisiensi kinerja perusahaan. 

Menanggapi keluhan itu, Saleh pun berjanji untuk mengatasi masalah tersebut. Antara lain, dengan merangkul PLN untuk segera menangani kekurangan listrik. 

"Memang salah satu masalah yang dihadapi adalah energi listrik. Sekalian saja, listriknya tidak hanya nanti buat Semen Kupang, tapi juga untuk masyarakat," jelas Saleh.

Saleh juga memaparkan rencananya untuk melakukan pemerataan pembangunan industri di daerah. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar pembangunan dan distribusi industri tidak lagi terpusat di Jawa. 

"Misalnya, pusat industri semen di Kupang yang bisa memenuhi kebutuhan semen untuk Indonesia Timur," jelas Saleh.

Sebagai putra daerah NTT, Saleh mengaku tidak ingin daerahnya kekurangan listrik. Terlebih sebagai menteri, dia tidak ingin industri di daerah asalnya tertinggal. 

"Karena kami tahu industri yang dibanggakan di NTT adalah Semen Kupang. Nah, masa menterinya dari NTT tapi masih begitu. Kami akan fasilitasi," ujar Saleh. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement